Manusia (yang katanya) Sebagai Intangible Asset


Setelah sebelumnya saya menulis opini tentang bagaimana birokrasi berpengaruh di dalam dunia kerja (Blackbox Sistem Birokrasi), kali ini saya mencoba memberikan sedikit opini mengenai Manusia sebagai Intangible Asset. Yang patut digarisbawahi, saya ini bukanlah bagian dari divisi Human Resource Development atau pemangku kepentingan yang bergelut di bidang pengelolaan aset manusia, tulisan ini hanya merupakan opini/preferensi…

Suntuk


Sepenggal tulisan lama dari tumpukan sisa-sisa kegiatan menulis satu tahun yang lalu ketika patah tulang. Pemalang, 12 Maret 2014 Hampir 3 bulan sudah, terkapar lebih banyak di rumah. Menikmati udara lembab musim penghujan. Membuat keluar untuk melihat udara sekitar saja malasnya minta ampun. Hujan setiap hari, apalagi luka balut yang harus dijaga untuk tidak terkena…

Blackbox Sistem Birokrasi


Selamat malam, langit sudah mulai gelap. –saatnya menulis– Buat saya pribadi berada di lingkungan kerjaan yang memang menganut paham “birokrasi-isme” rasanya sungguh luar biasa. Anak teknik yang memang terkadang gak suka yang namanya ribet apalagi banyak aturan eh malah sekali kecemplung ke kolam, kecemplungnya di kolam dengan sistem pengairan yang berjenjang. Hierarchy. Up to down…

Hanya Permainan Rotasi


Dan lalu, kemudian, entah kenapa, hanya omongan saja yang digaungkan, actionnya kosong melompong, bak kacang polong yang sudah bolong-bolong. Realitanya, memang gak selamanya orang baik, berujung baik, pun gak selamanya orang “buruk”, berujung buruk. Ternyata semua hanya masalah “hati”. Tapi itu seribu kali dipendam, ditutup rapat-rapat, diinjak keras-keras, karena yang dilihat hanya yang terlihat saja,…

. . . Karena Kau Menulis


“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”. (Mama, 84) – Pramoedya Ananta Toer Kuncinya? 1. Bangun “cinta” disana, 2. Biarkan dia menuntunmu. Mari (sempatkan) Menulis. – penulis :) Jakarta | 12 Juni 2015 

Tanda Tanya dan Tanda Seru


(…) Banyak sekali orang melihat dunia begitu kacau. Anehnya, mereka hanya sebatas berkicau tanpa membunuh kekacauan itu. Terkadang, –mereka malah yang saling bunuh– entah apa sebabnya. Mungkin jika dilihat, sama halnya menegaskan tanpa tanda seru dan menanyakan tanpa tanda tanya. Mungkin tak berarti bagi sebagian orang. Tapi terkadang, sedikit sederhana berkurang, keelokkan berangsur meluruh. Ya, diantara dua tanda…

Kesabaran


“Kesabaran itu pasti mengalahkan yg terberat sekalipun. Hanya yang kurang bersyukur yang kalah. Hanya yang kurang mengerti yang putus asa”.

Blob Jump


Artikel kedua tentang fraktur, saya akan menjelaskan kronologis TKP fraktur yang menimpa lengan kiri saya. Dari sekian banyak yang diberi tahu tentang kejadian patah tulang yang saya alami, pasti satu pertanyaan wajib yang pertama kali ditanyakan adalah, “Kecelakaan dimana?”, lalu yang kedua diikuti dengan, “Kecelakaan motor ya?”. Coba dibayangkan, ketika Anda di sandingkan dengan teman…