[/stickpost] Sugeng Rawuh


Jadi nganu, ini itu blog isinya macem-macem ya. Campur aduk, tulisan ngalor-ngidul gak jelas temanya. Ada sesekali tulisan ngawur kayak Sudjiwo Tejo, ada juga tulisan galau-galau-gimana-gitu, ada juga semi fan-fiction, terus nulis masalah mbolang (baca mbolos kerja) juga ada. Tapi, di awal tahun 2017 ini lagi pengen banyakin konten nulis masalah mbolang dan agak banyakin konten travel buat nyeimbangin hidup. Jadi kalo pas mbolos kerja, eh mbolang maksudnya bisa jadi cerita dan manfaat bagi orang lain. Tak apalah potongan 5% gaji, yang penting jiwa dan raga agak bener dikit. #opooooiki

Tulisan ini cuma buat nyapa kalo pas kalian gak sengaja main ke kandang wedhus saya ini. Saya dapat menjamin, gak sengajanya kalian mampir di sini bakal buat jadi main terus. hehehe. . #ngeeeeek. Nah untuk yang baru pertama kali hadir disini. Monggo ke halaman about saja biar sekalian ninggalin jejak.

terima kasih/te·ri·ma ka·sih/ n rasa syukur;

Cheers,
Triyoga Adi Perdana

 

Praketa Kopi, si Pelopor Manual Breewing di Purwokerto


Akhirnya menjejakkan kaki di Purwokerto.

Pas cari kedai kopi manual breewing di Purwokerto, list paling atas yang muncul adalah Praketa Kopi. Kebetulan banget posisinya di depan rektorat unsoed. Jadi setelah kelar kerja, bisa langsung cuuus kesana. 

Lokasinya sendiri emang agak nyempil ya. Tempatnya ada di belakang BNI dengan ciri khas remang-remang. Eh, maksudnya gak begitu kelihatan dari jalan. Tapi di dalam rasanya cozy banget dengan design interior kayu-kayu di meja dan dinding. Kalo kayak rasa kopi itu udah ke arah earthy banget. eh, atau malah woody? heuheu. . Eh kayaknya gak ada ya kopi rasa kayu. wkwkwk. .  Continue reading

Photo Essay: Nyeduh Kopi Bareng


Berhubung saya masih bener-bener newbie di dunia per-kopian saya cuma buat photo essay karena gak terlalu banyak materi dan bahan buat ditulis. Jadi kemarin, intinya sih kita nyeduh kopi bareng sambil belajar sama mantan. Eh sorry, maksudnya sama manteman. Biar agak keren, kita menamakan diri = Robokop (Rombongan Bocah Kopi). Jangan diplesetin sama Rombongan Bocah “fans-ndangdut” Koplo ya. Dengan berbekal alat-alat seduh seadanya, biji kopi seadanya, jadilah acara ini. Sayang banget kemarin gak sampe khatam karena mau nyobain hunting tiket ke happy hour-nya GATF jam 16.00. Terima kasih buat team koplo eh kopi buat segala ilmunya dan Panji si Manusia Millenium yang ngumpulin kita.

Enjoy! 🙂 Continue reading

Ngobrol Asik di Daily Routine Coffee Bandung


Mengintim-i kopi buat saya pribadi gak cuma masalah nyruput kopi. Jauh dari itu, kopi adalah sarana bercerita, berbicara hingga curhat dalam level yang gak akan pernah ada baku-nya. Itulah sebabnya, mengapa saya lebih suka konsep kedai kopi ketimbang kafe. Karena jenis yang satu ini, banyak sekali hal yang dapat dilakukan. Mulai dari ngobrolin kopi, tugas akhir, galau tesis-disertasi, atau curhat karena masalah hati yang tak kunjung di tempati juga bisa ditemui. (*sensor)  Continue reading

Two Hands Full Coffee


Setelah urusan kerjaan selesai, kali ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu kedai kopi di bandung yang ada manual breewed-nya. Nanya ke salah satu sohib per-kopian, siapa lagi kalo bukan si Panji Manusia Millenium dan nyasarlah di kedai kopi yang satu ini.

Naik gojek dari Cihampelas, sempet bingung karena tulisan Two Hands Full ketutup sama Ray White di seberang kanan jalan. mmewww. Pas lapor sama empunya (Stevan -kebetulan ketemu-) cuma cengar-cengir sekalian nambahin kalo kafe ini sudah berasa kafe-nya Ray White. lol 🙂 (Jadi kalo bingung lokasi Two Hands Full, tinggal liat Ray White di sebelah kanan kalo dari arah Cipaganti. Nah Two Hands Full ada di lantai 1) Continue reading

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku


Menurut informasi temenku yang ada di Bali, salah satu rekomendasi tempat makan di Bali (dan halal) adalah Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Usut punya usut, ya ini salah satu warung makan lumayan terkenal di Bali yang wajib dikunjungi kalo pas ke Bali. -Kata temenku, cita rasa Bali banget-. Nah, sebagai orang awam yang sudah 10 tahun gak ke Bali (terakhir kali pas study tour SMA. heuheuheu) jadilah saya coba mainin GPS dari Legian buat makan siang disana.  Continue reading

Berbicara tentang Siap dan Ideal


Malam ini masih sama. Di tempat dan stasiun yang sama, pukul 11 malam. Penjual kopi jahe depan stasiun dengan lihai menyiapkan gelas pesanan dari penumpang-penumpang yang sedari tadi duduk-duduk santai sambil ngudud bahas pembangunan Pemalang yang jauh dari kata ideal. Beberapa orang beranjak dari perantauannya, sesekali melihat jarum jam bergerak perlahan -sangat perlahan-. Menunggu memang menjemukkan. Tetapi jika berbau rindu, pun orang mana yang mampu beradu?  Continue reading

Nyruput Kopi di Indonesia Coffee Event 2017


Sebagai salah satu produsen kopi dunia yang tidak bisa dipandang mata dalam hal ekspor (urutan keempat dunia menurut laporan International Coffee Organization), seyogyanya Indonesia sudah harus mempunyai prestasi khusus dalam bidang per-kopi-an. Bukan berbicara masalah kopi semata, tetapi peracik kopi memang harus juga menjadi concern utama sebagai ujung tombak “dakwah” kopi di Indonesia bahkan dunia. Apalagi lewat peracik kopi inilah, aroma caffein bisa langsung maksreng gondel-gondel lewat di langit-langit lidah pencintanya. #opoooooooikiiiii .Nah, kebetulan banget, menurut informasi salah satu bandar kopi kantor yang suka bawa Frencpress kemana-kemana di tasnya (Panji) pekan ini (kala itu) di Kuningan City akan diadakan Indonesia Coffee Event (ICE) 2017. Suwun bro, you are awesome (awesome iiik) *piiiis  Continue reading

Masjid Raya Bandung dalam Potret Hitam Putih


Beberapa waktu lalu, saya ke Bandung. (Agak lamaan sih. hehehe). Nah, gak lengkap rasanya kalo main ke Bandung, tapi gak mampir di Masjid Raya Bandung. Menurut informasi, masjid ini didirikan tahun 1810 dan sudah mengalami beberapa kali perombakan. Yang terbaru, dan yang paling suka adalah pembangunan rumput sintetis sebagai “ruang terbuka hijau” bagi masyarakat. Kerasa banget dulu sebelum dan sesudah ada penataan pedagang. Sekarang, lebih segar, lebih bisa menjadi daya tarik wisata dan membuat halaman masjid menjadi tampak lebih modern. Lokasinya (klik) di Jalan Asia Afrika, searah dengan Gedung Merdeka dan Savoi Homann Bidakara Hotel. Menurut saya pribadi, untuk yang senang fotografi, lokasi Masjid Raya Bandung sangat bagus untuk candid explore dan drone. Karena biasanya banyak anak-anak main, anak-anak lari-lari, selfie sukaesih kw 2, sampe mbah-mbah yang dipijet juga ada. Plus viewnya mbois kalo dilihat dari atas pake drone. Hehe. .  Continue reading

Ngopi Dulu, Baru Kamu


Enaknya punya temen-temen di kantor yang suka ngopi itu setidaknya lumayan bisa ngelepas stress. Habis ngantor, nyeduh kopi sambil ngobrol bego di ruang cso, ditambah wangi kaffein bersahutan sudah bisa membuat sore ini semakin mbois level lima. Apalagi dari balik jendela, semribit cahaya senja mulai masuk dengan malu-malu. 

Nah, sore ini alhamdulillah bandar kopi kantor bawa 2 ground kopi, Kopi Lintong (Sumatera Utara) Roaster Rumah Kopi Ranin Bogor sama Kopi Gayo (Aceh) Roaster Otten Kopi Medan. Kalo dilihat dari rasanya itu Kopi Lintong ini light body, high acidity, clean after taste. Kalo Gayo sendiri medium body, low acidity, dark chocolate after taste. Keduanya diseduh pake french press deliciaContinue reading

Menikmati Senja di Bukit Joko Tuwo



Ini adalah artikel berseri dari trip saya (dan istri) ke Karimun Jawa. Perjalanan kami di Karimun Jawa tidak begitu banyak, hanya beberapa spot di Karimun Jawa baik darat maupun laut yang berhasil kami kunjungi.

  • [#1] [Yuk! Island Hopping ke Karimun Jawa] = berisikan informasi persiapan perjalanan ke Karimun jawa. Pemilihan waktu, jenis transportasi, informasi sewa motor, serta estimasi budgeting untuk transportasi menuju ke Karimun Jawa. Wajib dibaca untuk temen-temen yang pertama kalinya ke Karimun Jawa

Hari pertama sampai di Karimun Jawa gak banyak yang dilakukan karena begitu sampai di penginapan malah tepar. #kekekeke. Akhirnya cuma bisa main ke Bukit Joko Tuwo. Satu-satunya alasan kenapa kami pilih Bukit Joko Tuwo karena letaknya paling dekat dengan penginapan. Mungkin sekitar 1-2 km dari alun-alun ke arah utara ya. Plus sudah jam 5 sore. Jadi berangkatlah kami  ke Bukit Joko Tuwo. Tiket masuknya sendiri 10ribu. Dan perlu agak sedikit naik tangga dari tempat parkir motor.  Continue reading