[/stickpost] Sugeng Rawuh


Jadi nganu, ini itu blog isinya macem-macem ya. Campur aduk, tulisan ngalor-ngidul gak jelas temanya. Ada sesekali tulisan ngawur kayak Sudjiwo Tejo, ada juga tulisan galau-galau-gimana-gitu, ada juga semi fan-fiction, terus nulis masalah mbolang (baca mbolos kerja) juga ada. Tapi, di awal tahun 2017 ini lagi pengen banyakin konten nulis masalah mbolang dan agak banyakin konten travel buat nyeimbangin hidup. Jadi kalo pas mbolos kerja, eh mbolang maksudnya bisa jadi cerita dan manfaat bagi orang lain. Tak apalah potongan 5% gaji, yang penting jiwa dan raga agak bener dikit. #opooooiki

Tulisan ini cuma buat nyapa kalo pas kalian gak sengaja main ke kandang wedhus saya ini. Saya dapat menjamin, gak sengajanya kalian mampir di sini bakal buat jadi main terus. hehehe. . #ngeeeeek. Nah untuk yang baru pertama kali hadir disini. Monggo ke halaman about saja biar sekalian ninggalin jejak.

terima kasih/te·ri·ma ka·sih/ n rasa syukur;

Cheers,
Triyoga Adi Perdana

 

Azalea


Sudah bosan ya dek didalam? 3 minggu kamu pangkas, katanya sih biar lebih cepat ketemu ayah sama bunda. Rabu pagi ayah kaget, bunda chat ayah sambil cengar-cengir, katanya sudah bukaan 1. Itu pas mau berangkat kerja. Gelagapan bingung gak jelas karena belum ada persiapan apa-apa buat pulang. Deg-degan ini bunda emang beneran atau cuma kasih prank ala-ala tontonan di Garuda. Dan yang paling buat bingung, beberapa pakaianmu yang ayah belikan, juga masih berserakan entah dimana.  Continue reading

Kontemplasi Disclaimer


Sebelum menulis, sepertinya saya perlu menuliskan disclaimer terhadap tulisan ini agar tidak ada hal yang perlu untuk dipermasalahkan kedepannya. Tulisan ini merupakan opini saya pribadi, tidak berhubungan dengan nama lembaga, pimpinan atau siapapun. Tujuan penggambaran disclaimer ini merupakan harapan terbesar saya pribadi agar setidaknya dapat mengarahkan pembaca supaya lebih fokus pada isi, bukan semata-mata pada tampilan, warna, jenis huruf, jenis sajian (buku/jilid/laminating), penulisan kalimat baku, bahasa yang harus sesuai KBBI, penempatan logo dan lain-lain. Karena saya yakin bahwa masing-masing orang memiliki latar belakang berbeda-beda yang secara tidak langsung saya percaya hal tersebut bisa membentuk pola/gaya bahasa/penulisan yang berbeda. Biarkan “ruh” menulis ini disimbolkan menjadi salah satu semangat untuk membangun kepercayaan, keterbukaan, kepedulian atau bahkan kecintaan dalam perspektif yang berbeda-beda. 

*cuma tulisan disebelah sana yang sayang kalo gak di publish disini. 🙂

Jakarta, 22 Juni 2017


Serba-serbi Pembatalan Tiket KAI dan Salah Data Pemesanan Tiket KAI


Jadi kemarin saat pemesanan kereta api tambahan dibuka, saya kumpulkan beberapa orang buat hunting tiket. Maklum, pemesanan tiket agak sedikit horor karena dari beberapa tahun lalu gak bukan dan gak lain masalahnya tetep sama, server down.

Tapi untungnya server masih aman. Saya pakai traveloka karena aplikasi android resmi KAI (KAI Access) dan Web Reservasi KAI gak bisa di akses. Mungkin ini sedikit masukan untuk KAI, karena diluar sana aplikasi online reservasi kereta api sudah luar biasa bagus. Padahal aplikasi pemesanan kereta api pihak ketiga yang ada saat ini melayani bukan cuma pemesanan kereta api. Saya pakai KAI Access dari beberapa tahun lalu, hingga saat ini tidak terlalu terlihat perkembangan aplikasinya.  Continue reading

Membuat “Budget” Home + Travel Manual Brewing Coffee


Coffee is personal – the right way to make it is how you like it best. Cited from The National Coffee Association (NCA) USA

Kali ini saya akan sedikit sharing mengenai alat-alat perkopian untuk bisa menyeduh kopi sendiri di rumah. Tujuannya sih biar bisa ngirit, latihan nyeduh kopi (siapa tahu nanti punya usaha sendiri), dan yang paling penting lidah bisa latihan untuk bisa menyimpulkan taste note masing-masing kopi. Ini sifatnya sharing ya, karena ilmu dunia perkopian sungguh luas banget. Siapa tahu, bagi penikmat kopi manual brew bisa ngobrol dan sharing di postingan ini sehingga nanti bisa sekaligus menginformasikan temen-temen yang pengen jadi home barista dadakan untuk beli-beli alat di rumah.  Continue reading

Praketa Kopi, si Pelopor Manual Breewing di Purwokerto


Akhirnya menjejakkan kaki di Purwokerto.

Pas cari kedai kopi manual breewing di Purwokerto, list paling atas yang muncul adalah Praketa Kopi. Kebetulan banget posisinya di depan rektorat unsoed. Jadi setelah kelar kerja, bisa langsung cuuus kesana. 

Lokasinya sendiri emang agak nyempil ya. Tempatnya ada di belakang BNI dengan ciri khas remang-remang. Eh, maksudnya gak begitu kelihatan dari jalan. Tapi di dalam rasanya cozy banget dengan design interior kayu-kayu di meja dan dinding. Kalo kayak rasa kopi itu udah ke arah earthy banget. eh, atau malah woody? heuheu. . Eh kayaknya gak ada ya kopi rasa kayu. wkwkwk. .  Continue reading

Photo Essay: Nyeduh Kopi Bareng


Berhubung saya masih bener-bener newbie di dunia per-kopian saya cuma buat photo essay karena gak terlalu banyak materi dan bahan buat ditulis. Jadi kemarin, intinya sih kita nyeduh kopi bareng sambil belajar sama mantan. Eh sorry, maksudnya sama manteman. Biar agak keren, kita menamakan diri = Robokop (Rombongan Bocah Kopi). Jangan diplesetin sama Rombongan Bocah “fans-ndangdut” Koplo ya. Dengan berbekal alat-alat seduh seadanya, biji kopi seadanya, jadilah acara ini. Sayang banget kemarin gak sampe khatam karena mau nyobain hunting tiket ke happy hour-nya GATF jam 16.00. Terima kasih buat team koplo eh kopi buat segala ilmunya dan Panji si Manusia Millenium yang ngumpulin kita.

Enjoy! 🙂 Continue reading

Ngobrol Asik di Daily Routine Coffee Bandung


Mengintim-i kopi buat saya pribadi gak cuma masalah nyruput kopi. Jauh dari itu, kopi adalah sarana bercerita, berbicara hingga curhat dalam level yang gak akan pernah ada baku-nya. Itulah sebabnya, mengapa saya lebih suka konsep kedai kopi ketimbang kafe. Karena jenis yang satu ini, banyak sekali hal yang dapat dilakukan. Mulai dari ngobrolin kopi, tugas akhir, galau tesis-disertasi, atau curhat karena masalah hati yang tak kunjung di tempati juga bisa ditemui. (*sensor)  Continue reading

Two Hands Full Coffee


Setelah urusan kerjaan selesai, kali ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu kedai kopi di bandung yang ada manual breewed-nya. Nanya ke salah satu sohib per-kopian, siapa lagi kalo bukan si Panji Manusia Millenium dan nyasarlah di kedai kopi yang satu ini.

Naik gojek dari Cihampelas, sempet bingung karena tulisan Two Hands Full ketutup sama Ray White di seberang kanan jalan. mmewww. Pas lapor sama empunya (Stevan -kebetulan ketemu-) cuma cengar-cengir sekalian nambahin kalo kafe ini sudah berasa kafe-nya Ray White. lol 🙂 (Jadi kalo bingung lokasi Two Hands Full, tinggal liat Ray White di sebelah kanan kalo dari arah Cipaganti. Nah Two Hands Full ada di lantai 1) Continue reading

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku


Menurut informasi temenku yang ada di Bali, salah satu rekomendasi tempat makan di Bali (dan halal) adalah Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Usut punya usut, ya ini salah satu warung makan lumayan terkenal di Bali yang wajib dikunjungi kalo pas ke Bali. -Kata temenku, cita rasa Bali banget-. Nah, sebagai orang awam yang sudah 10 tahun gak ke Bali (terakhir kali pas study tour SMA. heuheuheu) jadilah saya coba mainin GPS dari Legian buat makan siang disana.  Continue reading

Berbicara tentang Siap dan Ideal


Malam ini masih sama. Di tempat dan stasiun yang sama, pukul 11 malam. Penjual kopi jahe depan stasiun dengan lihai menyiapkan gelas pesanan dari penumpang-penumpang yang sedari tadi duduk-duduk santai sambil ngudud bahas pembangunan Pemalang yang jauh dari kata ideal. Beberapa orang beranjak dari perantauannya, sesekali melihat jarum jam bergerak perlahan -sangat perlahan-. Menunggu memang menjemukkan. Tetapi jika berbau rindu, pun orang mana yang mampu beradu?  Continue reading