Blackbox Sistem Birokrasi


Selamat malam, langit sudah mulai gelap. –saatnya menulis

Buat saya pribadi berada di lingkungan kerjaan yang memang menganut paham “birokrasi-isme” rasanya sungguh luar biasa. Anak teknik yang memang terkadang gak suka yang namanya ribet apalagi banyak aturan eh malah sekali kecemplung ke kolam, kecemplungnya di kolam dengan sistem pengairan yang berjenjang. Hierarchy. Up to down level yang terkadang buat saya pribadi menilai pekerjaan satu jam bisa molor jadi pekerjaan satu hari.

Saya mengibaratkan birokrasi adalah black box. Black box saya ibaratkan “sistem birokrasi”. Karena memang black box, jadi kita sendiri tidak akan tahu di dalam bentuknya seperti apa. Seberapa panjang jalan informasinya, seberapa cepat kecepatan antar medianya, seberapa besar kapasitas penampungan informasi antara satu titik dengan titik yang lain dan yang lebih ngeri lagi tidak ada skema yang paten menjelaskan bagaimana birokrasi itu dibentuk. Sama seperti security sistem yang mempunyai enkripsi dari ribuan pola kriptografi modern saat ini. Banyak sekali. . Continue reading “Blackbox Sistem Birokrasi”

Raja Para Perubah


Bukan masalah lamanya waktu saja yang terkadang banyak orang pikir, semua bisa mengubah. Bahkan terkadang, “uang” selalu di eluk-elukan sebagai raja para perubah. Semua orang berpikir bahwa hanya orang ber-uang saja yang kuat, bukan pesakitan seperti kita, yang hanya berbicara saja, tapi tak merubah apa-apa. Seperti adanya “kita”, pun juga termasuk yang di media sana, para wakil kita, yang seandainya terbukti, lalu mengeluarkan kalimat mantra, “saya hanya manusia biasa“. Dan anehnya, semua percaya.  Continue reading “Raja Para Perubah”

Indonesia Sudah Lelah


Indonesia sudah lelah. . menampung beribu gaung suara yang tak mau kalah. .
Ada satu, dua, tiga, ahhh sangat banyak, aku tidak bisa menghitung satu per satu. .
Ada biru, merah, putih, kuning, hijau, jingga. .
Awalnya seperti pelangi, sungguh banyak warna, banyak sekali. .
tapi ujung-ujungnya membingungkan. .
karena warna-warna itu berlomba-lomba menjatuhkan. .
dan satu persatu warna itu gugur bergelimpangan. .

Indonesia sudah lelah . . sudah banyak air mata yang berlinang menunggu bukti orang-orang terpandang. .
Satu per satu di periksa, tak ada yang bebas karena tak ada yang waras. .
Semua gila. . Gila dengan hidup yang sama layaknya jaman gajah mada. .
Ya. . Menggulingkan sang raja dengan caranya. .