#siBiru, #siKuning, #siMerah


Hari ini entah kenapa, hari sepanjang sejarah per-skripsi-an. Gak kayak Circle K, atau Seven Eleven yang buka 24 jam buat tempat kongkow anak-anak muda yang begadang sampe malem cuma buat ngomongin masalah politik di Indonesia. Ya kali, kalau ngomongin politik. Tapi kalau ngomongnya berita artis yang kemarin ketangkep gara-gara narkoba bisa berabe ntar. Kok bisa? Bukannya kalo ngomongin orang melatih kita buat ngasah kemampuan kita mencerna berita? Apalagi sampai melatih kita untuk lebih speak loud sama orang lain?  Ya gak? *tanya pada infotainment dan ibu-ibu komplek sana?* 🙂

Kalo dilihat-lihat sih kata “bukankah, bukankah, bukankah” selalu jadi kata pertanyaan yang sudah melebihi pertanyaan para redaksi berita sekaligus para ahli forensik polisi, 5W+1H. Penyaingnya cuma satu menurut saya, yaitu “akankah“, yang cuma dipake sama infotaiment Silet yang penyiarnya pasang muka serem, mulutnya agak menyonyo gitu pas ngomong. Tapi, gara-gara Silet, kita seharusnya jadi paham bahwa orang yang ngomong “Mulutmu Harimaumu” itu adalah semua pembohong. Kok bisa? Bayangkan saja, selama hidup saya, gak ada tuh harimau yang ngomong mulutnya bisa menyonyo kayak penyiar Silet. #MonggoDipikir!! hehehe. .  Continue reading “#siBiru, #siKuning, #siMerah”

%d bloggers like this: