Berbicara tentang Siap dan Ideal


Malam ini masih sama. Di tempat dan stasiun yang sama, pukul 11 malam. Penjual kopi jahe depan stasiun dengan lihai menyiapkan gelas pesanan dari penumpang-penumpang yang sedari tadi duduk-duduk santai sambil ngudud bahas pembangunan Pemalang yang jauh dari kata ideal. Beberapa orang beranjak dari perantauannya, sesekali melihat jarum jam bergerak perlahan -sangat perlahan-. Menunggu memang menjemukkan. Tetapi jika berbau rindu, pun orang mana yang mampu beradu?  Continue reading “Berbicara tentang Siap dan Ideal”

Proyek Buku


Bandung, 2 Oktober 2013

#10.46 WIB
Suatu hari, di desa yang memang lumayan terpencil, hiduplah dua orang manusia yang memang berbeda jenis kelaminnya. Satu laki-laki, dan satunya perempuan. Tapi kalo satu tinggi satu pendek? Emm. . Bisa jadi, karena mereka memang seperti itu. Satu tinggi, satu pendek. Kalau dilihat sekilas, ya wajar karena satu laki-laki dan satu perempuan kan? Yang tinggi laki-laki, dan jelas, yang pendek perempuannya. Mungkin bukan pendek, hanya lebih beberapa centi saja lebih pendek dari laki-lakinya.

Aku ingin menjadi penulis“. Tulisan hitam font Times New Roman berukuran 40 hasil ngeprint dari komputer teman kuliahnya terpampang jelas di kamar kosannya. Maklum, setelah me-wisuda-kan cita-cita ingin menjadi dokter pada masa kecilnya, ia sekarang beralih menjadi seorang penulis. Besar di tahun-tahun boyband mulai keluar, girlband juga menjamur, ditambah laki-laki sekarang malah ikut-ikutan jadi cantik, atau bahkan korupsi sudah jadi trademark kebaikan untuk beberapa kalangan orang, namun tak sampai hati menyurutkan keinginannya menjadi penulis. Meskipun, sosok yang dia sukai sebenarnya bukan seorang penulis, tapi seorang penyair dan sastrawan asal ranah minang, Datuk Panji Alam Khalifatullah. Kalian tahu siapa itu? Huh, aku lupa. Mungkin sebagian besar orang mengenal beliau bukan dari nama itu, melainkan Taufik Ismail. Pasti kenal kan?  Continue reading “Proyek Buku”

%d bloggers like this: