Belajar dari Roket


Roket itu, semakin dibakar semakin melejit ke atas. Gas yang panas menyulut roket, tak peduli apakah itu membakar dia atau tidak, dia tetap ke atas

roketSeringkali kita dihadirkan oleh pilihan hidup. Entah itu masalah atau tidak, saya yakin pertanyaannya berujung pada dua hal yang saling bertolak belakang. Kita anggap roket adalah kita sebagai manusia dan panas yang menyulut kita, anggap saja itu jalan yang Tuhan berikan khusus bagi kita agar kita tetap melejit ke atas (baca: sukses). Ada yang ke saturnus, ada yang ke bulan, pasti berbeda tapi tetap satu tujuan, luar angkasa. Panasnya pun berbeda, tergantung dari gravitasi, berat, dan masih banyak lagi.

Jika roket tidak dibakar, tidak dipanaskan mana bisa roket melejit ke atas? Jika kita tidak diberi masalah, mana bisa kita melejit ke atas (baca: sukses)?

Mari menjadi roket!! Just kidding

Bandung, 29 Juli 2012

%d bloggers like this: