Berteman Sepi


Tak sudikah kau tersenyum barang “sedikit” saja untukku saat ku kan pergi? Bahuku sudah cukup lelah, menjaga tas agar tak jatuh dalam asmara bumi gravitasi. Jarum waktu berputar tanpa bersentuhan, gerakannya acak. Aku hanya bisa sesekali memancing kau tuk bicara, namun satu jam menunggu, yang ada hanya diam dan suara klakson kereta akan berangkat. Continue reading “Berteman Sepi”

%d bloggers like this: