Kelopak Mata Pukul Tiga


Kelopak mata ini sudah naik turun dari satu jam yang lalu. Iramanya pun sudah tak sama. Tubuh, sudah mulai terkapar dengan tenaga yang sudah mulai susut keberadaannya. Kaki ini, sudah tidak mampu menopang berat tubuhku meski hanya untuk sebentar, berjalan ke arah dapur untuk mengambil secangkir air minum dari tempatnya. Lelah. . Hingga otak, sudah tidak berurutan alur neuron-neuronnya, mengingat satu hari penuh pun sudah tidak tersampaikan, hanya berjalan tak berarah, gontai setapak demi setapak, duduk, terhempas, tak berpola.  Continue reading “Kelopak Mata Pukul Tiga”

%d bloggers like this: