Pembelajaran Pesantren Punk


punk-muslim

Hari ini hari yang cukup menarik. Sempat diberitakan di salah satu segmen berita televisi, adanya satu komunitas punk muslim di ibukota negara kalo tidak salah. Di salah satu wawancara dengan pengelolanya ada satu perkataan yang cukup menarik bagi saya, beliau berkata seperti ini

Lirik yang harus mereka nyanyikan dalam mengamen, harus ada nilai syiarnya, harus lirik-lirik yang membangun, bukan lagi lirik-lirik yang gak jelas awal akhirnya, karena saat ini, tujuan mereka bernyanyi bukan lagi semata-mata mencari uang.

Bagi saya sendiri setidaknya hal tersebut merupakan satu sindiran bagi saya, atau mungkin bagi kita, bagi pekerjaan kita, atas apa yang kita lakukan dalam keseharian. Coba kita lihat, Indah sekali bukan? Saat mereka (dengan apa yang mereka lakukan), dengan “kapasitas” yang ada pada mereka, dengan ke-simple-an mereka, mereka bisa memberikan satu artistik tersendiri dari lirik-lirik yang mereka nyanyikan, mereka bisa dengan mudah ber-tasbih, bedzikir, menginspirasi orang di tiap menit bahkan di tiap detik dari apa yang mereka bawakan, memberikan satu taste tersendiri, bagaimana mengajarkan untuk ber-uang, berkarya sekaligus berdoa. Continue reading “Pembelajaran Pesantren Punk”

%d bloggers like this: