Itinerary Korea Selatan (Seoul, Jeju)


“Mas itinerary sampeyan gimana?”, “Mas kemana aja kemarin pas ke korea?”, “Mas, kirimin itin kemarin dong!”, “Mas, THR dong!!”

Oke fine, lupakan statement paling akhir. Berasaskan desakan pertanyaan diatas, akhirnya saya mencoba share penyusunan itinerary pas kemarin saya ke Korea. Penyusunan kali ini saya buat gak sebegitu rumit dan ketats kayak pas kemarin ke Jepang. Saya cuma list tempat-tempat yang emang jadi bucket listnya traveller. Masalah hari, tergantung mood. hehehe. . . Disamping itu, berhubung saya gak maniak banget sama K-pops dan Drakor jadi saya gak begitu ngejar ke salah satu tempat kayak SBS, SM Entertainment, atau itu lo warung kopinya jung-un atau siapa gitu. Wehehehe. . *Untuk budgeting, saya jelaskan nanti di artikel yang lain Continue reading “Itinerary Korea Selatan (Seoul, Jeju)”

3 hari Mencintai Banyuwangi


Jadi ceritanya, di minta temen buat nulis catper pas kemarin jalan-jalan ke Banyuwangi. Kayaknya sih pekan depan dia mau cabuls kesana entah sama angin atau ada yang digandeng. Truk aja ada yang digandeng yak. Masa  . . ah, sudahlah. . .

Dari dulu pengen ngejar Banyuwangi gak kesampaian. Kuli kantoran kayak saya ini, waktunya terbatas duit juga gak ada. wkwkwk. Mau hajar pesawat udah pasti mahal karena gak ada yang langsungan. Cuti juga terbatas, paling setahun dapet 6 (tahun ini ada cuti amnesty sih, lumayan). Mau pakai kereta, juga pasti bakal sehari-semalem plus nyambung lagi. Mau ke Bali dulu, juga harus nyambung lagi. Paling efektif ya naik pesawat, kecuali punya waktu luang yang panjang, bisa mlipir kesana naik apapun. Tapi Alhamdulillahnya, akhirnya impian terlaksana gara-gara diskonan 90% tuker poin Garuda di akhir tahun kemarin. Ditunggu diskonan yang sama di tahun ini ya. hehehe. . 

Continue reading “3 hari Mencintai Banyuwangi”

Yuk!! Wisata Budaya ke Dieng Culture Festival


Pada pembahasan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang Dieng Culture Festival (DCF). Spoiler gambar-gambarnya ada disini. Kebetulan tahun lalu, saya dateng kesana. Nah, berhubung DCF 2017 akan segera di mulai tanggal 4-6 Agustus 2017, saya ingin sedikit membahas how to get there dan sedikit menyelipkan FAQ buat yang belum pernah sama sekali kesana. Lagi-lagi saya kesana backpacker-an ya, gak pake agen tour. hehe. . 🙂  Continue reading “Yuk!! Wisata Budaya ke Dieng Culture Festival”

Tips Memilih Penginapan Saat Traveling


Sebenernya ini bukan cuma traveling untuk Korea, tapi berhubung trip masih fresh yang ke Korea, jadi saya ambil buat bahan tulisan. Hehehe. . Biar kebayang apa yang kita bahas disini, download dulu [Korea Subway Maps(lebih gede ketimbang di attachment bawah) karena jalur-jalur kereta disana jauh lebih rumit ketimbang KRL Jakarta. 🙂

Sekapur sirih aja ya, dulu pertama kali pas mau berangkat ke Korea (Seoul) sempet tanya sana sini enaknya nginep dimana, jawaban terbanyak gak lain di daerah Hongdae. Salah satu alasannya selain karena lokasi di pusat kota, yaitu karena ada kompleks Hongik University. Disana itu, banyak sekali tempat makanan jalanan yang bakal memanjakan lidah. Itupun kalo uang di dompet juga mendukung. Hehehe. . Pas kemarin saya search di daerah Hongdae baik di Agoda dan Booking.com propertinya lumayan mahal-mahal. Traveling kemarin, Hongdae saya coret. Kedua, daerah Itaewon. Kenapa Itaewon, karena disana ada masjid besar. Di sekitaran masjid, juga banyak restoran-restoran halal yang kebanyakan dari Turki, Arab, Malaysia. Indonesia belum nemu. hehehe. . Tapi berhubung saya dapet gratisan, Itaewon saya coret. 🙂  Continue reading “Tips Memilih Penginapan Saat Traveling”

Menikmati Segelas Kopi Indonesia di Seoul, Korea Selatan


Jalan-jalan ke Korea Selatan gak begitu afdol kalo gak main ke kedai kopi. Dan saya gak sengaja ketemu dengan kedai kopi “cita rasa” Indonesia disana. Buat saya pribadi, kedai kopi di Korea Selatan itu udah kayak pedagang kopi keliling di kawasan Menteng. Di tiap gang pasti ada, dari yang sekedar luas 1,5x1m (coba main sambil clingukan di daerah Namdaemun dan sekitaran Gonggang House/Hostel deket stasiun Chungmuro), sampai kedai kopi yang ada tempat nongki-nongki syantiq. Bedanya cuma 1, belum nemu saya disana pedagang kopi sachetan. hehehe. .

Kedai kopi disana, kebanyakan sajiannya Espresso Based dan selalu ada Americano. Entah kenapa jarang banget saya lihat yang Manual Brew Served. Orang kantoran mau cewek/cowok pas jam istirahat ngobrol di pinggir jalan sambil “ngudud” pasti selalu di dampingi segelas kopi. Disana itu, kedai kopi take away yang ukuran mini-pun pakainya La Marzocco. Sama kayak orang cantik di Bandung yang logikanya mengalahkan kebanyakan orang berpikir, bahwa orang cantik itu pakai mobil dan gincuan pake gincu merk terkenal. *nyambung kan?*

Continue reading “Menikmati Segelas Kopi Indonesia di Seoul, Korea Selatan”

Azalea


Sudah bosan ya dek didalam? 3 minggu kamu pangkas, katanya sih biar lebih cepat ketemu ayah sama bunda. Rabu pagi ayah kaget, bunda chat ayah sambil cengar-cengir, katanya sudah bukaan 1. Itu pas mau berangkat kerja. Gelagapan bingung gak jelas karena belum ada persiapan apa-apa buat pulang. Deg-degan ini bunda emang beneran atau cuma kasih prank ala-ala tontonan di Garuda. Dan yang paling buat bingung, beberapa pakaianmu yang ayah belikan, juga masih berserakan entah dimana.  Continue reading “Azalea”

Kontemplasi Disclaimer


Sebelum menulis, sepertinya saya perlu menuliskan disclaimer terhadap tulisan ini agar tidak ada hal yang perlu untuk dipermasalahkan kedepannya. Tulisan ini merupakan opini saya pribadi, tidak berhubungan dengan nama lembaga, pimpinan atau siapapun. Tujuan penggambaran disclaimer ini merupakan harapan terbesar saya pribadi agar setidaknya dapat mengarahkan pembaca supaya lebih fokus pada isi, bukan semata-mata pada tampilan, warna, jenis huruf, jenis sajian (buku/jilid/laminating), penulisan kalimat baku, bahasa yang harus sesuai KBBI, penempatan logo dan lain-lain. Karena saya yakin bahwa masing-masing orang memiliki latar belakang berbeda-beda yang secara tidak langsung saya percaya hal tersebut bisa membentuk pola/gaya bahasa/penulisan yang berbeda. Biarkan “ruh” menulis ini disimbolkan menjadi salah satu semangat untuk membangun kepercayaan, keterbukaan, kepedulian atau bahkan kecintaan dalam perspektif yang berbeda-beda. 

*cuma tulisan disebelah sana yang sayang kalo gak di publish disini. 🙂

Jakarta, 22 Juni 2017


Serba-serbi Pembatalan Tiket KAI dan Salah Data Pemesanan Tiket KAI


Jadi kemarin saat pemesanan kereta api tambahan dibuka, saya kumpulkan beberapa orang buat hunting tiket. Maklum, pemesanan tiket agak sedikit horor karena dari beberapa tahun lalu gak bukan dan gak lain masalahnya tetep sama, server down.

Tapi untungnya server masih aman. Saya pakai traveloka karena aplikasi android resmi KAI (KAI Access) dan Web Reservasi KAI gak bisa di akses. Mungkin ini sedikit masukan untuk KAI, karena diluar sana aplikasi online reservasi kereta api sudah luar biasa bagus. Padahal aplikasi pemesanan kereta api pihak ketiga yang ada saat ini melayani bukan cuma pemesanan kereta api. Saya pakai KAI Access dari beberapa tahun lalu, hingga saat ini tidak terlalu terlihat perkembangan aplikasinya.  Continue reading “Serba-serbi Pembatalan Tiket KAI dan Salah Data Pemesanan Tiket KAI”

Membuat “Budget” Home + Travel Manual Brewing Coffee


Coffee is personal – the right way to make it is how you like it best. Cited from The National Coffee Association (NCA) USA

Kali ini saya akan sedikit sharing mengenai alat-alat perkopian untuk bisa menyeduh kopi sendiri di rumah. Tujuannya sih biar bisa ngirit, latihan nyeduh kopi (siapa tahu nanti punya usaha sendiri), dan yang paling penting lidah bisa latihan untuk bisa menyimpulkan taste note masing-masing kopi. Ini sifatnya sharing ya, karena ilmu dunia perkopian sungguh luas banget. Siapa tahu, bagi penikmat kopi manual brew bisa ngobrol dan sharing di postingan ini sehingga nanti bisa sekaligus menginformasikan temen-temen yang pengen jadi home barista dadakan untuk beli-beli alat di rumah.  Continue reading “Membuat “Budget” Home + Travel Manual Brewing Coffee”

Praketa Kopi, si Pelopor Manual Breewing di Purwokerto


Akhirnya menjejakkan kaki di Purwokerto.

Pas cari kedai kopi manual breewing di Purwokerto, list paling atas yang muncul adalah Praketa Kopi. Kebetulan banget posisinya di depan rektorat unsoed. Jadi setelah kelar kerja, bisa langsung cuuus kesana. 

Lokasinya sendiri emang agak nyempil ya. Tempatnya ada di belakang BNI dengan ciri khas remang-remang. Eh, maksudnya gak begitu kelihatan dari jalan. Tapi di dalam rasanya cozy banget dengan design interior kayu-kayu di meja dan dinding. Kalo kayak rasa kopi itu udah ke arah earthy banget. eh, atau malah woody? heuheu. . Eh kayaknya gak ada ya kopi rasa kayu. wkwkwk. .  Continue reading “Praketa Kopi, si Pelopor Manual Breewing di Purwokerto”

%d bloggers like this: