Kebahagiaan Itu Sederhana Kan?


Masa kanak-kanak itu adalah masa dimana semuanya menganggap “kebahagiaan itu sederhana“. Bermain bola dari kertas, bermain dibawah hujan, saling lempar lumpur disawah, mandi di sungai, bahkan mendapatkan layangan putus seharga Rp. 500 saja senangnya minta ampun. Mereka tidak pernah melihat, bagaimana membuat bola yang sempurna ketika bermain, tidak pernah berpikir bagaimana susahnya mencuci baju yang kotor, bagaimana kondisi (bersih atau tidaknya) air yang mengalir, bahkan apa saja bahaya mengejar layangan putus seharga Rp. 500 kan?
Lalu kita? Masih sederhanakah mempolakannya? Atau harus kaya untuk “bahagia”? Mendapat ribuan pujian untuk “bahagia”? Memakai pakaian mahal untuk “bahagia”? Sering liburan ke luar negeri untuk “bahagia”? Banyak followers twitter untuk “bahagia”?
Atau apa? !@#$%^&*

Shortlink: [http://wp.me/pYt5N-Sk]
Sebait tanda cinta [#tandatanya]๐Ÿ™‚
Bandung, 22 Oktober 2013

14 thoughts on “Kebahagiaan Itu Sederhana Kan?

  1. Donny M. Adhitama says:

    Bahagia adalah tatkala proses & perjuangan keras kita tak sia-sia dalam menuju suatu tujuan tertentu dan tujuan tersebut tercapai.

  2. Iwan Yuliyanto says:

    Ada berlaku hukum keadilan-Nya, bahwa setiap jenis kebahagiaan itu ada masanya dan batasannya. Dan kita tidak bisa memilih.
    Hadapi saja semua tantangan, karena bisa jadi disitulah letak kebahagiaan… sebagai pemenang.

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s