Menunggu Jawaban-“nya”


Jawaban yang kau tunggu darinya itu bukan dari dia, bukan semata-mata karena ke-kerenanmu, ke-romantisanmu, ke-perfect-anmu, ke-pintaranmu, ke-kayaanmu, ke-shalehanmu, ke-rajinanmu atau apapun. Jawabannya itu Allah yang mengatur, Allah yang menentukan. Jadi, tak perlulah kita menghambakan diri untuk diterima, pake pasang muka tampan di depannya, pake pasang status keren, pake pakaian ber-merk kalo ketemu, ratusan SMS penyemangat tiap hari, rajin mengamati status jejaring sosialnya dari awal dibuat sampe sekarang, tulis namanya disetiap buku-bukumu, mencari-cari apa kesukaannya, kasih cokelat dalam kotak trus dikasih tulisan “i luph u ngeeetzz”, apalagi sampai mencatat tanggal-tanggal penting dari A sampai Z. Tak perlu!! Tak perlu “selebai” itu. Kuncinya simple kok, cukup minta pada Allah tentang hajatmu itu. 

#RenunganMalam
Bandung, 22 Februari 2013

28 thoughts on “Menunggu Jawaban-“nya”

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s