Ini hanya celotehan dosenku!!


Seandainya PKS saja ada yang korupsi, gimana partai lain?!

Ini hanya celotehan dosenku saja. .

Jogja, 31 Januari 2013

56 thoughts on “Ini hanya celotehan dosenku!!

    • Triyoga Adi perdana says:

      Waaaaaaah, menurut hemat saya jangan golput dong mas, ntar yang gila-gila malah semakin menggila diatas sana. Sekalipun mungkin sekarang “sama” kayak gitu-gitu, tapi kalo gak ada yang ngubah ya sama terus. CMIIW๐Ÿ™‚

  1. katacamar says:

    yang pasti setiap kalimat yang kita lontarkan baik memadamkan api ataupun turut serta mengobarkan api akan diminta pertanggungjawaban, seberapa hati-hati kita mengolah kata?

      • Iwan Yuliyanto says:

        Sepertinya demikian, negeri ini dikelilingi lautan fitnah oleh monopoli media yang insan pers-nya sudah disetir dan mengikuti perintah pemilik media.

        Lantas bagaimana sikap kita?

        Ada jawabannya:
        “Allah melarang Muslim mengikuti persangkaan. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan” (QS 10:36)
        dan
        “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti” (QS 49:6)

      • Ulfah Uswatun Hasanah says:

        Sepakat sekali pak. Yang berkuasa yang menguasai berita. Tinggal kitanya saja yang memfilter dan pintar2 mencari kevalidan berita.

        Bukan hanya permusuhan lawan saja pak, tetapi banyak juga yang tidak mau mendukung pemerintahan yang berbau politik itu dengan golput. hmmm… saya bingung bagaimana cara menyampaikan kalimat dengan redaksional yang tepat di pikiran saya sekaran ini..

      • Iwan Yuliyanto says:

        Soal media-media yang sudah dikuasai dan dimiliki oleh pemilik partai, saya sudah membahasnya pada jurnal saya di sini. Itu masih bersambung, masih ada perkembangan baru.

        Kalo menginginkan perubahan, bagi saya pribadi, bukan dg cara golput. Tidak ada organisasi yang betul-betul sempurna. Kalimat yang disampaikan dosennya Mas Yoga di atas itu sebenarnya menyentil banget. Jadi apa mau dg golput sehingga negeri ini dipimpin oleh penguasa koruptor yg dikelilingi para koruptor?
        Menghapuskan sistem demokrasi? akan panjang perjalanannya, apalagi sampai kini masih terus berputar di ranah wacana yang itu-itu saja, sementara sistem demokrasi terus bergerak.

      • Ulfah Uswatun Hasanah says:

        saya sangat sepakat pak. dengan adanya kasus ini membuat semuanya semakin berapi. Saya menemukan ini di sosmed yang disampaikan bukan dari kader PKS.

        “Media tahu betul itu karena PKS ini unik. Salah 1 kader saja, maka seolah-olah
        seluruh kader yang jutaan itu bersalah semua. Kalau 1 korupsi, berarti jutaan kader
        korupsi semua. Anehnya, hal seperti ini cuma diterapkan di PKS. Sementara partai lainnya meski puluhan yang masuk penjara ya tetap aja tidak
        terjadi apa-apa.

        Kemudian terkait dengan Pemilu 2014, PKS sudah mencanangkan target 3 besar.
        Ini artinya 3 partai besar saat ini akan tergusur. Kemungkinan yang bisa menggusur adalah Nasdem dan PKS.

        Nasdem sudah dihancurkan terlebih dahulu lewat isu perpecahan internal. Isu ini jelas
        tak mungkin diterapkan di PKS, meski upaya untuk itu pernah juga dilakukan misalnya lewat pembuatan istilah faksi
        keadilan dan faksi sejahtera sehingga seolah-olah dalam tubuh PKS ada perpecahan.”

      • Triyoga Adi perdana says:

        @Pak Iwan

        Iya pak. Setuju!!
        Kalau semua orang golput nanti gak akan ada evaluasi. Bisa saja golput hanya oknum yang memang dibuat biar semua saling menyalahkan. Atau bisa saja, golput jadi satu gerakan untuk mengumpulkan gerakan sakit hati karena politik.

        Kalau berbicara tentang hal-hal yang semuanya berbicara di bidang politik, saya jadi ingat satu pandangan Xun Zi tentang kodrat manusia. Xun Zi mengatakan bahwa kodrat manusia/sifat dasar manusia adalah jahat. Jahat dalam arti ketidakteraturan. Atau bahkan Mencius, yang mengatakan bahwa kodrat manusia itu adalah baik. Sedangkan jahat hanya merupakan bagian dari relasi dengan lingkungannya.

        Masih bingung juga pak, mungkin kiranya sekarang bukan hanya masalah pendidikan sejak dini tentang moral yang saya anggap paling penting, tapi memilih “lingkungan yang tepat” untuk menanamkan pendidikan sejak dini itulah yang terkadang dilupakan. Sekali salah, ya gini. Yang ada hanya salah berjamaah.๐Ÿ™‚

      • Iwan Yuliyanto says:

        Mas Yoga, itu komen terakhirku tolong sampeyan edit link-nya ya, ternyata link-nya panjangnya sampai tulisan komentar akhir. Mestinya cukup [a href=”…”]di sini[/a]
        Terimakasih, jadi merepotkan๐Ÿ™‚

      • Triyoga Adi perdana says:

        @Pak Iwan
        Memang betul pak, sekarang yang berkuasa memang awak media, bahkan semua sudah disetir buat ngikuti apa kata mereka. Media sekarang dianggap jalan yang paling efektif buat membolak-balikkan fakta. Bahkan semua berita dikuak meskipun belum ada duduk kejelasan perkarannya. Semoga berita diatas segera ditemukan kejelasannya.๐Ÿ™‚

        @Bu Ulfah
        Benci politik memang boleh, tetapi jangan apatis. Karena mau bagaimanapun sekarang politik jadi satu jalan buat ngerubah pemerintahan yang ada.:mrgreen:

  2. Ikakoentjoro says:

    Ada apa dibalik ini yang musti dicari jawabannya. Permainan apa lagi. Misbahun anggota partai ini juga pernah dijadikan tersangka tapi pada kenyataannya ketika tidak ada bukti dan akhirnya dibebaskan kenapa tidak ada klarifikasi.

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s