Langkah-langkah Membuat Paspor


Disini saya akan sedikit sharing tentang pembuatan paspor. Untuk paspor, saya buat di Kantor Imigrasi Bandung yang ada di Jalan Surapati, Bandung. Kalo masih belum paham, dari arah PUSDAI ke timur aja, disebelah kanan jalan ntar muncul dah itu Kantor Imigrasi.🙂

Langsung aja ya.

Langkah 1 [daftar online]

Saran saya untuk membuat paspor, mendingan kita daftar online dulu. Pengalaman kemarin buat paspor, ternyata di imigrasi ada jalur khusus buat pendaftar online. Antrian juga dibedakan. Mungkin karena di Bandung, masih banyak yang belum tahu pendaftaran online, maka antrian pendaftaran online bisa dibilang lebih sedikit dibandingkan yang lain. Buat saya, itu satu keuntungan tersendiri untuk pendaftar online, cepat.  

Tapi, ada tapinya nih. hehe. .
Sebelum saya buat paspor, sempat cari tahu tentang pendaftaran online dan pendaftaran offline (a.k.a. langsung nyelonong ke imigrasi), sempat tertulis bahwa pendaftaran online hanya 1 hari, dan pendaftaran offline 5 hari (1 hari ngisi formulir, suruh datang lagi 4 hari kemudian). Itu teorinya. Tapi, yang ada di lapangan, pertama kali saya melakukan pendaftaran online tanggal 27 Desember 2012 dapat jadwal datang tanggal 21 Januari 2013. [Satu tahun lebih!! :)]. Nah, kalo memang sudah ngebet, mending cek online dulu, seandainya memang waktunya lama, mendingan langsung daftar offline aja, yang penting siap-siap ngantri lama!!🙂

Back to om topik . .
Untuk daftar online, scan berkas yang perlu di upload untuk pembuatan paspor baru ada 3, yaitu

  1. KTP WNI
  2. Kartu Keluarga
  3. Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah

Semuanya harus dijadikan hitam putih, dan masing-masing tidak boleh lebih dari 300 Kb. Seandainya sudah jadi, step berikutnya tinggal isi sesuai dengan data diri yang ada. Untuk alamatnya, silahkan buka http://www.imigrasi.go.id/ kemudian masuk ke menu Layanan Publik > Layanan Online > Layanan Passpor Online. Atau di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/. Untuk petunjuknya, sila membuka halaman ini >> FAQ PENDAFTARAN ONLINE 

Catatan Penting!!
Setelah kita berbicara teorinya seperti itu, maka saya akan membeberkan fakta yang ada.🙂

Satu, Pada bagian bawah sebelah kiri dari halaman  ada tulisan sebagai berikut

Best view resolution 1024 x 786 browser IE 6 / IE 7 – recommended bandwidth 512 kbps
copyrights 2008 – version 2.05.39.5830

Kenyataannya malah pada IE tersebut lebih lemot, gampang ngehang. Saya pakai chrome dan lancar. Jadi jangan terpatok dengan browser IE ya. Chrome lebih enak.

Dua, Untuk pendaftaran online, saya sarankan untuk mendaftar pada jaringan internet yang lumayan cepat. Saya agak kecewa dengan web pendaftaran online yang ada, selain agak enak tampilannya (hehe. . ) sering ngehang pula. Padahal pada waktu pendaftaran online, kita input lumayan banyak datanya. Siapkan kesabaran yang banyak, seandainya memang ketika kita sudah lengkap semua, kita OK malah ngehang dan kita diharuskan input ulang.

Tiga, Penting!! Periksa kembali surat-surat yang akan di scan. Kemarin ada ibu-ibu yang akan memperpanjang paspor, hanya gara-gara surat nikah namanya salah sedikit (misal Surtinah jadi Surtinaah) dengan yang ada di surat lainnya, ibu tadi disuruh ke KUA terkait, dan meminta surat keterangan bahwa nama tersebut adalah ibu tadi. Ribet kan? Mending, seandainya ada salah-salah tulis, harap diselesaikan terlebih dahulu. Takut nanti sudah jauh-jauh ke imigrasi, ternyata balik lagi hanya karena urusan seperti diatas.🙂

Setelah selesai input, kita akan diberikan konfirmasi pendaftaran melalui email yang kita input. Bentuk konfirmasi emailnya seperti dibawah ini:

Konfirmasi SPRI Pembuatan Paspor

Konfirmasi SPRI Pembuatan Paspor (daftar online)

dan untuk konfirmasi di dalamnya seperti dibawah ini: (NB: Jangan lupa dibawa ya pas registrasi)

Konfirmasi Pembuatan Paspor Online

Konfirmasi Pembuatan Paspor (Pendaftar Online)

Setelah selesai dengan pendaftaran online, maka silahkan menunggu sesuai dengan jadwal yang telah dipilih.🙂

Langkah 2 [Di Imigrasi]

Setelah tiba jadwal pembuatan paspor, maka satu-satunya jalan terbaik adalah, “datang pagi-pagi buta“. Bayangkan saja, penerimaan pembuatan paspor dibuka pukul 07.30, tapi pas saya datang ke kantor sekitar pukul 7 lebih sedikit, yang ngantri sudah mengekor panjang buat ngedapetin nomor antrian. Kalo bisa sekitar jam 06.30 sih sudah harus disana. Soalnya terkadang nomor antrian dibuka jauh-jauh menit sebelum pukul 07.30. Urusan mandi atau belum, itu prioritas lain. haha. . 

Nah, syarat untuk ngedapetin nomor antrian kemarin itu diharuskan sudah mengisi form (minta saja sama petugas yang ada di dekat nomor antrian) + mengumpulkan bukti asli dokumen yang kita upload kemarin (kalau saya KTP, KK dan Akte Kelahiran asli dan fotocopy) ke dalam map kuning.

Catatan Penting (lagi).

  • Saran saja ya, untuk form yang harus diisi itu sebetulnya sama kayak yang diisi pada waktu daftar online. Lumayan panjang. Jadi, lebih enak seandainya kita ingin daftar hari ini, form diambil kemarin. Setidaknya kita bisa lebih bisa berangkat lebih pagi untuk antrian. Kemarin ternyata banyak yang sudah mengisi, jadi memang wajar seandainya belum dibuka, tapi antrian sudah mengekor.
  • Selain form, Anda juga diberikan surat keterangan keaslian yang diharuskan menempelkan materai 6000 di dalamnya. 
  • Untuk map kuning bisa dibeli di deket fotocopyan dalam kantor. Map kuning (Rp. 10.000 sudah termasuk tempat sampul paspor). Materai juga bisa didapat disini dengan mahar Rp. 7.000. 
  • Bagaimana jika yang kita upload berbeda dengan yang kita bawa? Semisal ternyata ada perubahan apapun di sela-sela tanggal penantian bagi pendaftar online? Tenang saja. Kemarin saya kumpulkan KK berbeda dengan yang di upload gara-gara setelah upload nyadar ada kesalahan pada alamat rumah. Ternyata, itu gak masalah, karena ternyata ada verifikasi ulang pencocokan data yang diupload dan yang dikumpulkan. Tapi, barangkali suatu saat bermasalah, mendingan persiapkan baik-baik dan kembali di cek, apakah KK, Akte ataupun dokumen lain ada yang salah atau tidak. Seandainya ada yang salah, perbaiki di kecamatan, atau dinas terkait dulu. Takutnya sudah jauh-jauh, ternyata harus balik lagi hanya karena urusan sepele. 

Kesimpulan: Untuk langkah awal yang harus disiapkan: Map Kuning (isinya: form isian dari Imigrasi, form keterangan keaslian, Akte+KTP+KK asli dan fotocopy) + nomor antrian

Untuk Imigrasi Bandung ada 5 pos setelah Anda memegang map kuning + antrian, yaitu

  • POS 1: Verifikasi semua dokumen di map kuning 
  • POS 2: Pembayaran Paspor
  • POS 3: Sidik jari dan Foto Diri
  • POS 4: Wawancara
  • POS 5: Pengambilan Paspor

Saya jelaskan per pos ya

POS 1 : Verifikasi

Simple aja, cuma ngecek dokumen yang ada di map kuning kok. Kemarin saya hanya butuh waktu sekitar 20 menit mungkin (ngisi formulir + ngantri + ngumpulin tuh berkas dan dapet surat keterangan). Nah surat keterangan ini adalah surat keterangan pembayaran untuk pos 2. Hanya 20 menit. Kalau dilihat mungkin sekitar pukul 9 kala itu. Tapi, pembayaran untuk pos 2, dilakukan pukul 14.00.  Harus nunggu 5 jam. Haha. . Oh ya, untuk pengambilan antrian ditutup jam 11.00 lo. Asumsi dari Imigrasi sendiri akan habis sekitar jam 12.00 pas istirahat. Meskipun banyak yang ditunda istirahat meskipun antrian masih ada. Antrian dibuka lagi (secara teori) pukul 13.00 tapi kenyataannya pukul 12.30 sudah dibuka. 

POS 2: Pembayaran Paspor

Untuk pembayaran paspor, ternyata dibuka jam 1 lebih dikit. Untung masih menunggu setia ngelinguk ngalor ngidul di depan loketnya. Berasa artis, diliatin sebelah sebelah sebelah sebelah. Ah, sudah biasa. #nggayasekyoh🙂 Jangan lupa, untuk pos 2 ini, diharuskan mengambil antrian lagi. Untuk pendaftaran offline dan online beda nomor antrian

Nah, untuk pembayaran di pos 2 ini  harga sesuai dengan harga berikut > Passport 48 Hal = 255rb, Passport 24 Hal = 105rb, e-Passport 48 Hal = 655 dan e-Passport 24 hal = 405rb. (Hal itu maksudnya halaman untuk visa). Ingat bawa uang pas ya.

Catatan: Apa itu e-Pasport? e-Passport merupakan passport pengembangan paspor sebelumnya. Ada chip di dalamnya. Nah, di Indonesia ini e-passport baru dilakukan uji coba dibeberapa kantor imigrasi tertentu seperti: Kantor Imigrasi Kelas I, Khusus Jakarta Barat, Soekarno-Hatta dan Jakarta Pusat. e-Passport masih bersifat optional, jadi masyarakat masih bisa mengajukan passport lama (seperti biasa) sampai 2015. Karena setalah 2015 seluruh passport akan menggunakan e-passport. Pengen baca tentang e-Pasport sila ke sini saja

Electronic Passport (e-passport) is the same as a regular passport with the addition
of a small contactless integrated circuit (computer chip) embedded in the back cover.
The chip securely stores the same data visually displayed
on the photo page of the passport, and additionally includes a digital photograph.
The inclusion of the digital photograph enables biometric comparison,
through the use of facial recognition technology, at international borders.

Terus kok lebih murah dari yang dulu? Denger-denger pengambilan sidik jari sudah ditiadakan pemungutan biaya. Dulu harganya Rp. 15.000. Pada pos ini sekitar 10 menit kok. Mungkin sekitar 20 menit sekalian nunggu.

POS 3: Sidik Jari dan Foto Diri

Langkah selanjutnya sidik jari dan foto diri. Jadi persiapkan jari-jari dengan benar, muka dipoles pake kapur terbaik sebelum masuk ke ruangan. Buat yang jerawatan, mending nunggu jerawat kempis aja ya. Takut pas di luar, dicek foto, kok beda mukanya, ditahan berhari-hari. Lah pas ditanya kenapa, alasannya cuma karena jerawat. #jleb :) Kalau dihitung, Saya kemarin sekitar 10 menit buat sidik jari dan foto diri. Ingat, cuma 10 menit.

POS 4: Wawancara

Di pos ini hanya wawancara biasa kok. Ditanya mau ngapain ke luar negeri, dsb. Sekaligus juga ada pemeriksaan data terakhir, nama, alamat, dsb. Berhubung saya sudah input online, jadi untuk pos ini tergolong cepat. Karena petugas gak nginput sendiri dari awal. Mungkin sekitar 15 menit termasuk nunggu. Setelah dari pos ini, diberikan kertas pengambilan 4 hari setelahnya.

4 hari berlalu. . 

POS 5: Pengambilan Paspor

Seperti biasa harus mengambil antrian. Dan lagi-lagi, berangkat pagi-lagi buta.🙂 Nah untuk masalah pengambilan ada keanehan tersendiri. Jadi setelah mendapat antrian, jangan cuma duduk dan nunggu nomor dipanggil. Tapi ternyata dikumpulkan, nomor + kertas pengambilan dari pos 4, 4 hari yang lalu. Ini penting, karena kemarin petugas gak mengumumkan hal ini. Ini yang saya sesalkan, gak ada pengumuman, dan terkesan antrian gak ada gunanya.

Nah selesailah alur panjang pembuatan paspor. Kalo ditotal sebetulnya gak ada 2 jam untuk ngurus itu semua. Tapi jeda pembayaran yang dilakukan pukul 2 yang membuat waktunya cukup lama (datang pukul 7 selesai pukul 2 siang = 7 jam). Saya juga gak paham, ini apa alasan pos 2 (pembayaran) baru dibuka jam 2 siang tertulis pada kertas pembayaran dari pos 1. Untuk Imigrasi Bandung, jadwalnya 07.30 – 12.00 dan 13.00 – 15.00. 

Kesimpulan setelah panjang lebar:

  1. Persiapkan kesabaran tingkat nasional. haha
  2. Jangan datang sesuai jadwal, usahakan sekitar 1 jam sebelum dibuka untuk pembuatan(pagi hari), maupun pembayaran(siang hari selepas istirahat).
  3. Bawa bekal. Gak usah lebay, pake bawa carrier apalagi bawa doom. Simple aja, minuman, makanan. Terlebih yang pendaftar offline. Biasanya ngantrinya lumayan lama. Oh maaf, bukan lumayan lama tapi lumayan luhamaaaaaa.
  4. Biaya keseluruhan pembuatan Paspor 48 hal di Bandung non calo adalah Rp. 272.000 (Rincian: Paspor> 255rb, map kuning > 10rb, materai 7rb).
  5. Daftar online keunggulannya ngantri gak mengekor, cepet. Tapi untung-untungan dapet jadwal yang cepet setelah registrasi. Silahkan dilihat  plus minusnya. 
  6. Siapkan segala macam berkas sebelum datang ke imigrasi. Termasuk berkas asli dan fotocopy. Untuk fotocopy khusus untuk Kantor Imigrasi Bandung ada di dekat parkiran kantor Imigrasi Bandung, dan di depan seberang jalan juga ada. Saran aja mending di depan, soalnya kalau yang dikantor biasanya rame.
  7. Usahakan pakai pakaian resmi, baju berkerah, bersepatu. Soalnya menurut teori diwajibkan oleh kantor imigrasi, ya meskipun kemarin gak begitu terlihat. Tapi, barangkali saja ternyata pas Anda daftar, diberlakukan sesuai teori.🙂

Sekian reportase saya tentang pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Bandung. Semoga bermanfaat.🙂

Bandung, 26 Januari 2013

50 thoughts on “Langkah-langkah Membuat Paspor

  1. dani says:

    Kalo semisal saya salah input data, kemarin saya salah input nama orangtua, nama ayah dan ibu saya isi dua2nya nama ibu.
    Baru ngeh pas dpt email dr imigrasinya. Udah bayar juga di bni. Gimana ya? Dipersulit gak nantinya?

  2. andries says:

    infonya bagus skali..
    mau nanya dong, kl misalkan saya salah input data, seperti tgl dikeluarkan ktp.lebih baik saya cancel atau terus jalan prosesnya yah?karena saya sudah dapat email konfirmasi, cuman jadi bingung karena ada salah input itu aja.
    thanks before

  3. Anggreany Wengke says:

    Mau Nanya… Kalo form dimap kuning apa di isi perorangan? Soalnya saya mau urus untuk sekeluarga 5 orang,atau formnya 1 Aja untuk sekeluarga ayah,ibu dan anak2?

  4. nggak says:

    Wah trims banyak ceritanya sangat membantu. Tulisan ini saya baca pas ngantri bikin paspor di kanim ii malang. Sambil baca2 sampai selesai eh hak dipanggil hehe. Ok salam kenal ya

  5. Leni K says:

    nice info, kebetulan mo bikin paspor nih…
    tp setelah coba2 daftar online kok gagal aja uploadnya ya? katanya resolusi kurang bagus, dah diedit2 dan discan ulang pun tetep gagal.. padahal ukurannya sudah mengikuti aturannya😦
    ada yg bisa share pengalaman kah?
    thx before..,

  6. Idham says:

    Terima kasih mas sangat membantu sekali… Berarti kalau mau buat sekarang (2013) mending bikin yang paspor biasa 24h dong, kan tahun 2015 udah disuruh ganti e-passport lagi. Ya ga sih?

  7. ryan says:

    Reblogged this on Jejak Langkah… and commented:
    Untuk yang ingin membuat paspor, berikut ini ada langkah-langkahnya yang cukup detail dan jelas menurut saya. Semoga bermanfaat ya… (setidaknya saya sih jadi tahu nanti harus gimana nih).

  8. ariohendra says:

    huhuhu coba kemarin saya baca postingan ini dulu mas. Baru kemarin passpor ku jadi, dan ribetnya luar biasa (bener harus sabar tingkat nasional). Antriannya kaga nahan, apalagi pas wawancara dan ngambil passpor, duh amit amit

  9. feliadieza says:

    Saya udah punya pasport dan ketika buat sama ribetnya seperti postingan diatas..saking ribetnya rasanya klo masa passportnya habis males bgt harus perpanjangnya..*nah lho..malah curcol kan??? Hehe ;-)*

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s