Analisa Telkom untuk Bersaing di Masa Depan


Kenyataan!!

Kebutuhan teknologi sebagai salah satu pengembang hadirnya era baru saat ini diyakini menjadi tren tersendiri yang bisa menghadirkan daya tarik lebih, apalagi dibarengi dengan berbagai layanan yang memang hadir bersamanya. Salah satu konteks yang memang paling anyar dilihat, adalah bagaimana dengan adanya teknologi jarak bukan lagi menjadi satu halangan bagi sesorang untuk terhubung. Pernah ingat dibenak saya, ketika telepon menjadi satu kebutuhan tertier, yang kala itu menjadi satu kebutuhan yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang mampu saja. Kehadiran internet di Indonesia, ditambah dengan hadirnya dunia telepon seluler sekitar tahun 2000-an diyakini banyak sekali kemajuan yang selaras, baik dari segi ekonomi, kebudayaan, hiburan dan segala macam bidang lain yang terkait. Hal ini juga dapat menjadi salah satu pesan yang dibawa akan berkembangnya teknologi pada masa yang akan datang. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang dibawa oleh negara-negara Asia seperti Jepang, Cina, Korea, India, menjadikan negara-negara tersebut sudah mulai dilirik oleh negara-negara adidaya lainnya, termasuk Amerika maupun negara barat, seperti yang kita ketahui, merupakan pusat teknologi di dunia. 

Jika kita lakukan pengkajian terhadap era saat ini, keberadaan Indonesia dalam era informasi dianggap sebagai satu kemajuan tersendiri, apalagi jika dikaitkan Indonesia yang masih berada di negara berkembang. Ini yang sekaligus menjadi tantangan dan kesempatan emas bagi PT. Telkom Indonesia untuk memberikan layanan yang berkembang di era masa depan apalagi saat ini PT. Telkom mempunyai jaringan backbone yang sudah tersebar di seluruh Indonesia melalui jaringan internet Speedy. Menurut data para pakar teknologi jaringan komputer dan telekomunikasi lifestyle komunikasi kedepannya akan berjalan sesuai dengan 3 pilar jaringan masa depan yang saat ini sedang dipersiapkan oleh seluruh negara di dunia, yaitu:

  1. Multimedia
  2. Device Independent
  3. Ubiquitous Computing : Mobile Network, Seamless Network Independent (IPV6, Mobile IP, Dynamic Routing)

Menurut data diatas, kehadiran teknologi kedepannya sangat bergantung dan berbasiskan pada layanan data. Kehadiran layanan voice kedepan, diyakini akan semakin berkurang penggunaannya, apalagi dengan adanya layanan voip yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat di dunia. Skype, YM, menjadi motor perkembangan voip yang digemari oleh semua kalangan. Peralihan telekomunikasi dari voice kearah voip tidak dipungkiri menjadi satu kenyamanan tersendiri apalagi jika dibandingkan dengan harga yang sangat berbeda jauh. Maraknya smartphone yang berkembang dipasaran, seperti di kutip dari infokomputer.com diperkirakan kenaikannya mencapai 460%, dari Juli 2011 sampai Juli 2012[1], membuat Indonesia merupakan salah satu ladang subur untuk pengguna smartphone yang ada di pasaran. Jejaring sosial merupakan salah satu akibat dari maraknya pengguna smartphone di Indonesia. Belum adanya gadget yang sudah marak, seperti PC Tablet yang kehadirannya sudah sangat bermunculan di Indonesia.

Alvin Toffler dalam buku Powershift (buku trilogi ketiga selepas Future Shock dan The Third Wave) menggambarkan perkembangan itu sebagai revolusi yang berlangsung dalam tiga gelombang peradaban yaitu gelombang pertama munculnya era pertanian, gelombang kedua munculnya era industri, dan gelombang ketiga munculnya era informasi. Era terakhir inilah yang mendorong tumbuhnya tele dan komunikasi yang bisa dirasakan saat ini di Indonesia. Jika dahulu permasalahan komunikasi terbatas masalah jarak, tetapi dengan masuknya Indonesia di dalam gelombang peradaban terakhir inilah yang membuat hal itu menjadi suatu permasalahan jadul bagi masyarakat di Indonesia. Masuknya Indonesia ke dalam 3 besar pengguna Twitter tahun 2011 di dunia (detiknews.com) dan pengguna Facebook kedua di dunia setelah Amerika Serikat (checkfacebook.com) semakin menegaskan bahwa memang benar di saat ini Indonesia telah berada dalam peradaban informasi. 

Era Ubiquitous Computing sebagai Era Baru Manusia

Era Ubiquitous Computing sebagai Era Baru Manusia

Dengan fakta yang ada diatas ketika Indonesia sudah berada pada era informasi, maka era baru yang sedang dipersiapkan oleh seluruh dunia adalah Era Ubiquitous yang nantinya akan dijelaskan secara singkat dibawah.🙂

Nah, sebelum membahas lebih jauh, saya akan membahas secara singkat tentang tiga hal yang akan memberikan gambaran tentang generasi masa depan jaringan komputer di dunia.

Multimedia

Ponsel yang dahulu hanya digunakan untuk melakukan panggilan telepon dan sms kini sudah semakin berkembang dengan banyaknya fitur yang ditambahkan pada alat tersebut. Belum lagi dengan berkembangnya PC Tablet yang ada, membuat kebutuhan teknologi sekarang sudah benar-benar berada dalam genggaman tangan. Dahulu ketika kita berpergian, di dalam tas kita pasti ada kamera, camcorder, dsb. Tetapi, sekarang handphone/tablet pun cukup. Apalagi sekarang kamera gadget tersebut sudah memiliki resolusi yang tinggi.  Foto, video pun bisa dihasilkan disana, tanpa meninggalkan kualitas yang apik  Permasalahan yang ada, dengan ada dokumentasi yang sudah ditangan, pastilah mereka ingin berbagi dengan teman, keluarga yang disebar melalui jejaring sosial. Upload data menjadi satu bagian yang vital jika berkaitan dengan hal ini. Terus bagaimana dengan download? Hal ini sudah tidak perlu ditanya lagi, banyaknya tren video baru yang ditampilkan di Youtube menjadi satu kesenangan tersendiri bagi generasi muda saat ini. Pernah mendengar Gangnam Style? Video yang menjadikan rekor view terbanyak di youtube ini (1,089,291,040 view[2]) merupakan satu fakta tersendiri, bahwa kemampuan download data akan sangat digemari apalagi jika dilakukan untuk buffering youtube. Sungguh indahkan jika kemampuan download dan upload mulus?🙂

“Perusahaan yang paling bisa maju di masa yang akan datang, adalah perusahaan yang semua komponennya mempunyai kemampuan ‘menerawang’. Style yang berubah-ubah menjadikan kemampuan ini menjadi satu harga mati yang harus bisa di pegang supaya perusahaan tetap bisa bersaing dengan kompetitor. PT. Telekomunikasi Indonesia sudah punya modal untuk mewujudkan itu dimasa yang akan datang, apalagi dukungan backbone layanan data yang kuat (Speedy)” –penulis

Selain masalah video, dan image diatas. Perkembangan dunia sekarang juga diwarnai dengan tren yang bernama cloud computing. Mungkin jika dalam artian gampang, cloud computing merupakan salah satu layanan yang menyediakan tempat penyimpanan data di server internet nan jauh disana. Salah satu contohnya, email merupakan salah satu layanan cloud computing yang sudah ada dari dulu. Google merupakan salah satu perusahaan yang sangat giat menyediakan layanan itu. Untuk gambarannya, cloud computing dapat dilihat seperti dibawah ini[3]:

Arsitektur Cloud Computing

Arsitektur Cloud Computing

Jika cloud computing semakin marak di masa yang akan datang, maka device tidak bergantung pada spesifikasi. Mau processor beberapa core, mau dimanapun tempatnya, yang paling dibutuhkan hanyalah satu, yaitu akses internet yang memadai, dimanapun dan kapanpun. Platform seperti OS sudah tidak terlalu bergantung dengan layanan ini. Seperti yang dikutip dari http://www.zdnet.com[4], kita bisa  melihat prediksi tentang layanan ini hingga tahun 2020, yang menyebutkan bahwa, The global cloud computing market will grow from a $40.7 billion in 2011 to $241 billion in 2020, according to Forrester Research. Jika melihat hal tersebut, asumsi yang harus ada pada teknologi sekarang adalah, pada tahun 2020, seluruh layanan akan sangat membutuhkan jaringan internet yang berkecepatan tinggi sebagai jalur/akses data ke server.

Global Public Cloud Size Market 2011-2020

Global Public Cloud Size Market 2011-2020

Device Independent (DI)

DI adalah suatu format universal yang bisa dijalankan oleh semua device. Misal pada Web kita mengenal HTML dan CSS yang bisa support dimanapun. Ada juga PDF, JPEG, GIF yang menjadi format universal, yang setiap aplikasipun bisa membacanya. Terus yang tidak device independent bagaimana? Anggap saja jika kita memakai Open Office. Org dengan format odt, maka format tersebut hanya bisa dibuka pada open office.org atau beberapa aplikasi tertentu saja. Bahkan Microsoft Office tidak dapat membaca file tersebut dengan baik. Kedepannya, ketidakuniversal-an seperti ini sudah semakin ditinggalkan. Apalagi seandainya dikaitkan, server yang ada semakin membengkak dengan adanya format “yang tidak DI” di masa sekarang. Ambil saja, youtube pasti menyediakan format file download yang bermacam-macam pada satu video, coba cermati, ada FLV, ada MP4. Hal inilah yang di angap pemborosan kapasitas server yang harus disediakan. Pada masa depan, dengan adanya standarisasi format yang lebih universal, maka diharapkan kapasitas akan lebih maksimal dengan menyediakan satu format yang umum, yang bisa diakses device manapun.

Ubiquitous Computing (UC)

Secara garis besar, UC ini adalah suatu model komunikasi (tukar informasi) yang terintegrasi satu dengan yang lain antar perangkat dalam aktifitas sehari-hari. Melalui UC inilah kita akan mengenal tiga interaksi yang ada di jaman modern, yaitu

  1. Interaksi Human to Human
  2. Interaksi Human to Machine
  3. Interaksi Machine to Machine

Untuk lebih jelasnya, saya mengutip sedikit slide presentasi oleh Prof. Man-Gon Park, Ph. D[5] dalam acara ICCP (International Conference and Call for Paper) yang dilaksanakan di UNY 14-16 April 2012 mengenai UC yang digambarkan melalui Ubiquitous City.

Salah satu contoh Ubiquitous Computing > Ubiquitous City

Salah satu contoh Ubiquitous Computing > Ubiquitous City

Secara gamblang, pada gambar diatas, menunjukkan dalam satu kota akan terintegrasi satu sama lain (misal tentang Land Polution Management, Air Polution Management, Emergency Resque) yang dikendalikan oleh satu sentral berupa Central Control Center. Semua device/bagian mengirimkan data secara realtime dan melakukan monitoring tiap detiknya. Misal ada kecelakaan, maka emergency resque akan secara cepat mengirimkan data kepada server agar mendapatkan penanganan secara cepat. Alat/device yang mengirimkan kepada server disebut komunikasi machine to machine. Lalu ketika operator meminta data dengan mengirimkan kode tertentu yang dikirimkan ke device, maka disebut dengan human to machine dan seterusnya. Ini sudah banyak diterapkan di negara maju seperti korea, tidak menutup kemungkinan Indonesia juga akan mencapai hal tersebut. Selain itu, kebutuhan mobilitas dalam UC membuat stagnansi internet menggunakan IPV4 sudah semakin besar. Kekurangan IPV4 yang terbatas pada mobilitas dan jumlah user membuat Ubiquitous semakin sulit untuk di implementasikan. Bayangkan saja, jika kita menggunakan mobil yang terintegrasi satu dengan yang lain, lalu lintas atau apapun device yang terkait maka akan sangat kebingungan apabila berpindah tempat antar satu kota ke kota lain. Kita harus melakukan setting jaringan, belum jika ditanyakan ada berapa banyak mobil yang memakai device terintegrasi? Susah bukan?🙂

Selain itu, mari kita lihat sejenak grafik tentang gambaran pengguna internet hingga tahun 2020[6] seperti dibawah ini:

Grafik perkembangan pengguna internet tahun 2020

Grafik perkembangan pengguna internet tahun 2020

Menurut asumsi terkait, menuliskan data pengguna internet diatas didapat seperti berikut

By 2020, the number of Internet users will reach almost 5 billion – equal to the entire world’s population circa 1987. This compares with 1.7 billion users in 2010 and only 360 million in 2000.
Vast numbers of people in developing countries will gain access to the web, thanks to a combination of plummeting costs and exponential improvements in technology. This will include laptops that can be bought for only a few tens of dollars, together with explosive growth in the use of mobile broadband. Even some of the most remote populations on Earth will gain access to the Internet.* 

Jika memang benar prediksi ini, jumlah IP yang ada sangatlah kurang kedepannya. Selain itu pasti akan terbentur masalah bandwith user yang semakin bertambah dari hari ke hari, belum juga pemerataan terhadap seluruh wilayah yang ternaungi broadband, apalagi jika kita berbicara tentang seamless connection pada masa yang akan datang. Mampukah Indonesia bertahan dan mampu bersaing dengan luar negeri?

Solusi? Mari kita lihat. 

Untuk tetap menjaga persaingan dengan kompetitor, sejujurnya dengan banyaknya layanan yang dikeluarkan oleh PT. Telkom Indonesia, menjadikan PT. Telkom mempunyai banyak amunisi yang bisa digunakan untuk menghadapi tantangan jaringan masa depan. Pun, hal tersebut dapat dijadikan solusi atas jaringan internet yang ada sekarang. Banyak sekali keuntungan-keuntungan yang di dapat dengan mengoptimalkan layanan-layanan yang ada. Idenya, sebagai berikut:

#1. Telkom Speedy Seperti yang dijelaskan pada kenyataan diatas, maka jaringan backbone yang ada, yaitu jaringan data melalui kabel menjadi satu hal pencerahan yang sangat baik. Dengan adanya jaringan yang baik, maka kita bisa mengkreasikan layanan-layanan yang lebih banyak. Apalagi seperti yang kita tahu, seluruh layanan yang ada sekarang, semua berbasiskan data. Sehingga kemampuan backbone sudah menjadi tulang punggung yang paling utama dari semua layanan. Upgrade backbone keseluruhan menjadi optik hingga saat ini sangatlah diharapkan dapat di implementasikan ke seluruh pelosok daerah guna mendapatkan layanan broadband yang menyeluruh. Ledakan populasi internet di masa yang akan datang, menjadi peningkatan kualitas jaringan sangat amat harus dilakukan. Bahkan tidak mustahil keharusan FTTH (Fiber to the Home) seperti yang ada pada gambar ubiquitous city (lihat pada bagian tengah yang dikotakharus di implementasikan.🙂

#2. Telkomsel  Telkomsel sekarang merupakan jaringan seluler terbesar dan tersebar di Indonesia. Kekuatan sinyal yang baik menjadikan Telkomsel mempunyai satu daya tarik tersendiri, apalagi untuk masyarakat yang bernaung jauh dari perkotaan. Tapi apa cukup dengan hal itu? Tidak. Peningkatan penggunaan layanan data seperti yang disebutkan di atas bukan hanya menimbulkan peningkatan revenue saja bagi perusahaan, tetapi satu hal yang perlu dijadikan catatan adalah, “Dengan peningkatan user internet melalui seluler, maka bandwith yang disediakan juga akan semakin turun!”, jika tidak ditangani maka yang ada hanya lemot, bahkan blankspot. Layanan LTE menjadi satu solusi terbaik jika berbicara mengenai peningkatan user dan jangkauan. Peningkatan mobile internet juga akan semakin meningkat sesuai dengan pangsa pasar tablet dan smartphone yang masih stabil bahkan mengalami peningkatan dari hari ke hari. Meskipun penggunaan LTE masih terkendala dengan regulasi frekuensi pemerintah, tapi lebih cepat lebih baik, apalagi dengan penggunaan internet mobile yang semakin bertambah. Selain itu, jaringan mobile yang menuju ke ubiquitous di masa yang akan datang, akan menjadikan telkomsel menjadi salah satu operator yang cerah masa depan, jika layanan IPV6 sudah di implementasikan di semua device. Keinginan seamless connection dan kekurangan IPV4 sangat mudah untuk dikurangi. Tapi, salah satu yang perlu untuk diperhatikan, harus ada semacam perhatian lebih terhadap komunikasi machine to machine dan human to machine terutama pada implementasi ubiquitous pada device yang ada. Chip/SIM pada device harus ditemukan solusinya.

#3. Telkom Flexi

Keberadaan implementasi LTE pada GSM membuat seakan-akan CDMA sudah diprediksikan mati suri. Tapi, paling tidak perlu beberapa tahun kedepan LTE bisa di implementasikan menyeluruh di Indonesia, belum dengan masyarakat Indonesia yang masih berada di menengah kebawah. Artinya, device/handphone yang ada pasti hanya berkisar paling banter ya ada di 3G. Oleh karena itu, saya kira pangsa pasar 3G untuk beberapa tahun kedepan masih banyak dipakai. Agar telkom flexi bisa tetap bersaing, upgrade CDMA 1X menuju EVDO total (kecuali pada daerah yang demand internet data rendah) menjadi prioritas utama. Kebutuhan data paling banyak untuk CDMA bukan pada handphone, oleh karena itu bundling modem murah berkualitas kiranya masih banyak menarik pengguna CDMA di Indonesia. Untuk voice tersendiri, kesediaan handphone murah dan berkualitas juga sangat diharapkan untuk tetap dapat diproduksi oleh Flexi.

#4. UseeTV dan Telkom Vision Berkembangnya kualitas jaringan Speedy nantinya, bakal menarik pengguna internet untuk menggunakan layanan ini. Banyaknya channel yang dihasilkan, terutama channel edukasi menjadi satu ketertarikan, mengingat konten layanan televisi sekarang jauh dari kata mendidik. Selain itu, permasalahan LTE sekarang, sebetulnya ada pada regulasi frekuensi. Frekuensi yang rendah, sudah penuh oleh radio, televisi bahkan komunikasi untuk militer. Jika, memang ternyata pemerintah telah melegalkan frekuensi rendah untuk digunakan untuk LTE, maka otomatis penggunaan frekuensi rendah seperti televisi, radio, harus segera angkat kaki menggunakan frekuensi baru yang disediakan oleh pemerintah. IPTV, VOD, dan TV Satelit menjadi marak digunakan sebagai pengganti televisi. Apalagi keuntungan melihat tayangan yang sudah lewat, memudahkan rewind/flashback tayangan yang tidak dapat diberikan oleh televisi analog biasa.

#5. QBaca Layanan baru yang di keluarkan oleh Telkom ini sangat baik. Mengingat, hingga saat ini di Indonesia belum ada layanan terkait yang dibuat khusus untuk produksi dalam negeri. Ada memang di pasaran, tapi buku-bukunya pun tidak jauh dari buku luar negeri. Kehadiran layanan yang bisa digunakan untuk e-book reader dan manajerial buku yang ada menjadi daya tarik tersendiri. Kita tidak usah membawa buku banyak dan berat. Hanya sedia gadget semacam Tablet pun kiranya sudah cukup. Kehadiran QBaca ini bukan membawa angin segar bagi pembaca buku penulis favorit, tetapi juga sekaligus memperkenalkan distribusi baru yang lebih berkelas bagi penulis itu sendiri. Bahkan biaya produksi berupa buku dan royalti bisa lebih ditekan dengan adanya QBaca ini. 

#6. Indonesian Wifi Semenjak Telkom memperkenalkan Wifi-id dan upgrade Speedy pre wired saya sudah berpikiran bahwa ketika sudah tersebar titik-titik lokasi wifi-id dan upgrade total modem lama menjadi pre wired, maka masyarakat sudah tidak cemas untuk mendapatkan titik wireless yang bisa digunakan sebagai hotspot internet. Dulu saya sempat membuat artikel tentang peran operator dalam penanganan distribusi Small Medium Enterprice (SME)/Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jalur distribusi, dan tidak adanya akses internet yang menjamah mereka menjadikan para pelaku SME jalan ditempat. Pemasaran yang ada hanya terbatas pemasaran dalam negeri saja, padahal jika melakukan online marketing tidak menutup kemungkinan, peminat luar negeripun bisa memesan hasil karya dari mereka. Harapan saya, selain memanjakan masyarakat dengan layanan broadband yang sudah sampai hingga ke pelosok-pelosok daerah dengan wifi-id nya, Telkom juga bisa melakukan treatment khusus untuk kemajuan ekonomi negara yang ditopang oleh penanganan yang baik kepada perluasan jalur distribusi UMKM yang ada di Indonesia. Sekali dayung, dua, tiga pulau terlampaui. Betul kan?🙂

Masih banyak yang harus dilakukan untuk persiapan jaringan masa depan. Salah satu yang terpenting, speedy sebagai layanan internet kabel, yang sekaligus menjadi backbone internet “seluruh rata-rata layanan yang dikeluarkan oleh Telkom” juga harus dibenahi, terutama peremajaan jaringan kabel yang menyebar di seluruh pelosok negeri. Layanan data yang diharapkan ada di beberapa tahun kedepan harus di cicil dari sekarang agar nantinya akses internet broadband terbaik dapat dinikmati oleh semua layanan dan masyarakat Indonesia.🙂

Artikel ini diikutkan dalam Blog Competition Superspeedy, tagline: Telkom Speedy“, “Super SpeedydanThe World in Your Hand” . Semoga bermanfaat bagi semua.🙂

Bandung, 31 Desember 2012

[2] Terakhir dilihat pada tanggal 31 Desember 2012 pukul 11.57 WIB
[3] Diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing pada tanggal 31 Desember 2012
[5] Prof. Man-Gon Park, Ph. D merupakan Chairman Of the Korea Multimedia Society Dept. IT Convergence and Application Engineering, PuKyong National University, Rep. Of Korea.

56 thoughts on “Analisa Telkom untuk Bersaing di Masa Depan

  1. Wifi Portable says:

    PT Telkom tidak boleh terlalu optimis dengan persiapan mereka untuk teknologi masa depannya. Saat ini Facebook telah mempersiapkan pesawat nirawak bertenaga surya yang akan menjelajahi dunia sehingga daerah yang dilewati pesawat tersebut akan dapat mengakses internet segara gratis dan tentu saja dengan kecepatan tinggi. Di samping itu, teknologi wifi potable juga sudah siap dipasarkan pada pertengahan tahun 2014.

    • Triyoga Adi perdana says:

      Oke, gantian saya tanya.

      1. Apakah pesawat itu mau diem di tempat? Gak kan? Nanti kalo lagi liat youtube, pesawat ilang, ya internet putus. Belum, ditambah, “emang seberapa besar jangkauan daerah pesawat itu?”, “terus ketinggian pesawat itu gimana? Mengingat kualitas internet tanpa kabel terkadang ababil terkait dengan cuaca. Ya toh?”:mrgreen:

      2. Wifi portable itu masih terkendala sama kecepatan dan harga. Kalo sinyalnya jelek, di jadikan wifi, mau buka apa nantinya.:mrgreen:

      Semoga memberikan inspirasi.😀

  2. SenJie says:

    Ada beberapa yang memang bisa kita tingkatkan di dunia pertelekomunikasian di indonesia..
    Dengan berpandangan bahwa saat ini bisnis di bidang ini adalah merupakan bisnis penjualan bandwith, yang apabila suatu provider memberikan layanan bandwith yang besar dengan harga yang terjangkau, dialah yang akan dapat menguasai pasar.. untuk hal ini, Telkom memang mempunyai beberapa keunggulan dibanding provider lain/pendatang, sedikit banyak sudah anda jabarkan diatas.. Namun coba kita liat fakta persaingan saat ini? sungguh -sungguh saling berkompetisi kan?

    Kemudian saya mempunyai pandangan lain yang juga penting selain yg telah anda paparkan diatas, 1. SDM yang berasal dari negeri ini masih belum memiliki semangat untuk berkompetisi dengan dunia global, sehingga diantara mereka banyak yg masih berfikir bahwa siapa yg mempunyai jaringan backbone memadai, maka dialah yang akan memegang kuasa.. Itu Salah!! Saat ini jaringan backbone semakin berkembang dan provider yang masih tertinggal dengan teknologi baru, dia hanya jadi bulan-bulanan perbudakan bagi pemilik teknologi yang lebih baru..
    2. Cobalah untuk melebarkan sayap pada bidang lain yang sekiranya bisa di akomodir oleh bidang telekomunikasi, contoh di bidang kesehatan, saat ini banyak yang bisa medical checkup secara lengkap hanya bermodalkan smarthphone, atau seorang dokter dapat mengoperasi pasien di negara yang berbeda dengan hanya bermodalkan teknologi layanan satelit..
    3. Harusnya saat ini negara dapat membatasi para provider pendatang, dan mengutamakan provider BUMN,. dengan dibentuknya undang-undang yang dapat membatasi ruang gerak provider pendatang, dan bangga dengan provider dalam negeri..

    Intinya, SDM,Teknologi,dan Pemerintah dalam hal ini harus dapat berkolaborasi agar provider BUMN yakni Telkom dapat terus bertahan dan bisa memenangi persaingan di pasar global termasuk memenangkan persaingan di kandang sendiri…

  3. cahyono says:

    yooih bener juga. memang telekomunikasi ga bkalan mati hanya saja stuck. content menjadi sesuatu yg skrg jd perlombaan para raja2 industri telekom. Jadi mending mnyebar ke area yg lain. minyak, pertanian, kedokteran sgt membtuhkan telekomnuksi eng. .. saya kira kita ga hanya berdiam di kotak kecil ini, yaa sebut dunia Telekom sejauh yg kita tau.. hehehe… Maju terus dunia telekom!

  4. D. M. Adhitama says:

    Kalo menurut saya sebelum mempersiapkan untuk menghadapi era telekomunikasi yang lebih futuristik, lebih baik dibenahi dulu sistem-sistem yg ada di penyedia-penyedia layanan telekomunikasi saat ini.

    Misal dari yang saya amati yaitu di komunikasi seluler. Memang operator seluler di negara kita termasuk yang terbanyak di dunia (mungkin), dan memiliki persaingan yang ketat antar operatornya, tapi lebih dipikirkanlah bagaimana mengatasi pengeluaran yang tidak perlu, seperti per-tower-per-operator (PTPO), mungkin memang ada beberapa yang per-tower-multi-operator (PTMO), tapi sebagian besar yang saya lihat adalah PTPO. Jadi gak ada salahnya tho sekali-kali rukun antar operator dengan menggunakan tower yang sama? Toh gak ada ruginya di sisi operatornya sendiri, interfrensi gak mungkin, budget yang dikeluarkan pun lebih sedikit.
    Kemudian kurangilah promosi-promosi yang berlebihan, karena yang namanya iklan itu biayanya amatlah mahal. Apa tidak sebaiknya benahi jaringan-jaringan yang ada dengan memperluasnya agar bisa mengurangi kepadatan trafik yg ada? Toh uang yang dihasilkan operator-operator itu juga sangat banyak kan?

    Kemudian sistem yang perlu dibenahi berikutnya adalah dari bagian yang benar-benar paling atas sebenarnya, yaitu dari pemerintah sendiri. Karena pemerintah pun belum begitu membatasi bagaimana penggunaan layanan telekomunikasi yang semestinya. Kebijakan untuk pemakaian layanan telekomunikasi yang baik & benar perlu diterapkan di Indonesia agar seluruh operator bisa dengan patuh mengikuti aturan yang ada. Dan program layanan telekomunikasi untuk masa yang akan datang pun sudah bisa mulai direncanakan lebih lanjut lagi.

    Sebenarnya masih banyak lagi sistem yang perlu dibenahi, tapi di sini yang paling umum dan sering dijumpai adalah komunikasi seluler, karena pengguna paling awam pun sudah bisa menggunakan layanan tersebut.

    • Triyoga Adi perdana says:

      Haha. . Sepertinya ya memang sekarang sudah seperti yang saya sebutkan diatas, gak bakal nambah pelanggan secara signifikan. Makannya untuk pengguna mobile salah satu jalannya ya merebut pelanggan dari pelanggan lain. Caranya, mungkin kalo saya lihat jelas dengan cara pake iklan. Makannya mungkin dalam satu tahun pengeluaran iklan juga lumayan banyak.🙂

      Kemudian sistem yang perlu dibenahi berikutnya adalah dari bagian yang benar-benar paling atas sebenarnya, yaitu dari pemerintah sendiri. Karena pemerintah pun belum begitu membatasi bagaimana penggunaan layanan telekomunikasi yang semestinya. Kebijakan untuk pemakaian layanan telekomunikasi yang baik & benar perlu diterapkan di Indonesia agar seluruh operator bisa dengan patuh mengikuti aturan yang ada. Dan program layanan telekomunikasi untuk masa yang akan datang pun sudah bisa mulai direncanakan lebih lanjut lagi.

      Ini setuju, ya kayak di komentar sebelumnya. Iphone di Amerika itu murah, karena bundling operator. Dan satu phone satu id, cukup lah.
      Gak kayak Indonesia, gara-gara hape china mulai masuk, mungkin kalo sudah punya hape cina dua, bisa aja satu orang punya 4 kartu. Kalo seperti ini, kadang pencapaian operator mungkin itu hanya jumlah kotor aja kali ya. hehe🙂

      • D. M. Adhitama says:

        Nah, itu perlu yg kayak gitu bundling operator sama vendor devicenya, dan juga ada kerja sama dari pemerintah dengan operator+vendor tadi. Jadi pencatatan data dari para pembeli saat membeli device yang udah sebundle sama operator langsung masuk database pusat. Ga bakal ada yang namanya satu orang lebih dari satu ID.
        Tetep musti ada kerja sama satu sama lain. Mudah-mudahan pemerintah mencetuskan hal semacam itu nantinya.
        #Ehm.

    • Triyoga Adi perdana says:

      Hahaha. . Alhamdulillah. Semoga bermanfaat vien.
      Aku gak terlalu mbahas yang ekonomi. Padahal kalo dilihat dari annual reportnya Telkom, agak kurang sehat karena pemasukan terbesar ada di Telkomsel. Ini yang harus segera dicarikan solusinya menurutku.🙂

    • Triyoga Adi perdana says:

      Ini juga bisa masukan untuk Telkom kali ya. Kalo dilihat sih sekarang perang harga paket internet sudah semakin beragam.
      Pun mungkin masyarakat hanya perlu akses untuk jejaring sosial di device mobile, harusnya ini jadi satu hal yang bisa di kreasikan oleh Telkom.

      Kalo kata-kata “Internet Mahal dan Terbatas”, emang di Indonesia semua masih mahal dan terbatas. hahaha🙂

  5. fajardsutera says:

    Terima kasih atas pencerahannya.. lebih mantep lagi kalo LTE sudah memekar di bumi Indonesia😀
    Semoga telkom lebih berjaya sedunia, seperti slogannya “The World in Your Hand”😀

      • misbakhuddinmuhammad says:

        oke deh. hehe
        dari segi telekomunikasi, persaingan provider tidak bisa dipungkiri, butuh pemikiran khusus, pelanggan butuh yg namanya service triple play yg cepat. call/sms-pun ditinggal seiring dengan ditinggalnya telpon kabel.
        fast response terhadap teknologi. apalagi layanan di 4G sudah dirilis, apakah Telkom mampu? kita tunggu jawabannya di blog ini atau blog resmi lainnya :))

      • Triyoga Adi perdana says:

        oke deh. hehe
        dari segi telekomunikasi, persaingan provider tidak bisa dipungkiri, butuh pemikiran khusus, pelanggan butuh yg namanya service triple play yg cepat. call/sms-pun ditinggal seiring dengan ditinggalnya telpon kabel.

        Kalo ini setuju banget. Banyak orang yang bilang Telkom yang bakal mati gara-gara Telpon kabel sudah tidak ada peminatnya. Tapi kalo dilihat pada jaringan masa depan justru sebenernya Telkom bakal punya amunisi yang utama, apalagi dengan dukungan internet kabel yang sudah menyeluruh. Cuma, kuncinya cuma satu, apakah jalurnya itu sudah baik/mendukung kecepatan yang tinggi atau gak itu yang perlu ditanyakan. Kalo ditanyakan, apakah speedy sudah bisa dipasang dengan paket 1Mbps pada semua pelanggan yang ingin memasang dengan kecepatan segitu atau gak? Mari kita lihat juga kedepannya.🙂

        fast response terhadap teknologi. apalagi layanan di 4G sudah dirilis, apakah Telkom mampu? kita tunggu jawabannya di blog ini atau blog resmi lainnya )

        Kalo dilihat pasti mampu lewat Telkomselnya. Tapi masalahnya regulasi dari pemerintahnya aja yang masih ribet. Hahaha.
        Semoga segera ditemui titik cerah dari pejabat-pejabat yang ngurus itu.🙂

      • misbakhuddinmuhammad says:

        telekomunikasi adalah bisnis yang tidak akan pernah padam setelah pertambangan, apalagi urusan gaji.
        Telkomsel pun masih dipertanyakan kepemilikannya dan ranah kerja agak tidak jelas. karena power of money dan regulation is very strong.
        Sebenarnya ketegasan pemerintah juga dipertanyakan, banyak investor asing kesini, sampai muncul kurang lebih 11-an provider? padahal di negara maju berapa providernya? lagi-lagi masalah uang ,hehe

      • Triyoga Adi perdana says:

        telekomunikasi adalah bisnis yang tidak akan pernah padam setelah pertambangan, apalagi urusan gaji.
        Telkomsel pun masih dipertanyakan kepemilikannya dan ranah kerja agak tidak jelas. karena power of money dan regulation is very strong.
        Sebenarnya ketegasan pemerintah juga dipertanyakan, banyak investor asing kesini, sampai muncul kurang lebih 11-an provider? padahal di negara maju berapa providernya? lagi-lagi masalah uang. hehe

        Itu dia, sekarang yang ngasih regulasi aja duitnya ijo gara-gara liat uang. Ini bukan mendeskriditkan siapapun. Tapi emang kenyataannya ya gitu.
        Google sudah berencana membangun optik berkecepatan 1GB di Amerika, kalo sampe Google masuk di Indonesia dan pemerintah meng ACC hal ini, mau dikemanakan telkom dengan Speedynya? Ya gak? -makannya kalo gini mah si pemegang tampuk kekuasaan sangat menentukan kebijakan telekomunikasi di Indonesia.🙂

        Kalo dikatakan banyak operator, ya memang betul. Sudah terlalu banyak. Buat orang bingung, banyaknya promo dll malah buat makin rawut.
        Itu negatifnya. Kalo positifnya, malah dengan banyaknya operator malah gawe operator yang satu dengan yang lain untuk tidak terlalu berada di zona nyaman.
        Dulu kalo gak salah pada tahun 2007 gara-gara xl mengeluarkan promo sms 99, menurut annual report dari beberapa operator di Indonesia, termasuk telkomsel mengalami penurunan dalam hal pendapatan. Semua karena pengguna sudah beramai-ramai beralih operator hanya karena sms 99. Padahal pas jaman itu sms masih berkisar di 350 rupiah.🙂

        Gara-gara banyak operator juga, menurut data yang ada, pengguna telekomunikasi ini sebetulnya sudah berada di ambang stagnansi. Maksudnya beberapa tahun mendatang juga tidak akan naik dengan drastis. Karena ya udah mentok segini-segininya. Oleh karena itu, diyakini oleh beberapa praktisi yang sudah sering berkecimpung di dunia telekomunikasi, bahwa kedepannya operator bukan bersaing untuk “mencari pelanggan baru”, tetapi “merebut” pelanggan operator lain. Ya itu tadi, pake promo-promo menarik yang mengikuti perkembangan tren di Indonesia. Hahaha🙂
        Seperti itulah bisnis telekomunikasi.:mrgreen:

  6. Citra W. Hapsari says:

    nah,..seperti ini kok pernah divonis pailit
    *meski jujur gag banyak istilah diatas yg sy paham :mrgreen:*
    tentang jaringan emg g perlu ditanya lg,fasilitas makin okee tapii..alangkah baiknya yg udah ada itu dimaksimalkan lg,percuma klo fitur bny tp nanggung semua .
    mengingat ketika masih di merauke, baru spot2 tertentu yg bisa nyaut sinyalnya,truss pulsa paket modem yg akhirnya sia2 krn miskin jaringan.. hadehh:mrgreen:

    • Triyoga Adi perdana says:

      Pailit? Bukannya telkomsel?🙂

      Yaaaa, emang kalo dilihat dari berita sih, yang Bandung sudah di jadiin Optik semua. Tapi belum tahu yang diluar Bandung. CMIIW. Hehe

      Waaaaaaaaaah, pernah di merauke to?
      Ngapain?

    • Triyoga Adi perdana says:

      Hehehehe. . Intinya mah, kita harus paham juga mbak tentang jaringan masa depan yang menuntut infrastruktur yang sudah bagus. Tinggal Indonesia bisa atau gak. GItu sih.🙂

      Oke mbak. Met tahun baru juga.
      Semoga semakin mantaaaaaab jayaaaa.🙂

    • Triyoga Adi perdana says:

      Hehehehe. . Wah wah, baru pernah ada orang yang baca blog ini sampe kelap kelip.🙂

      Salam kenal dari ranah Bandung.
      Makasih sudah berkunjung, insya Allah nanti kalo ada kesempatan sya main ke rumahmu. Tunggu sahaja.🙂

      • rayaadawiah says:

        wkwkwkwkwkwkwkwk good job anak muda😀
        dulu aku pernah ngangkat masalah komunikasi gini hubungannya dengan electrical sensivity.. poke dampak2 telekomunikasi terhadap kesehatan manusia..

        lihat presentasimu ini jd inget tugasku ituuu…hehehehe

      • Triyoga Adi perdana says:

        Hehehe. . Dulu, waktu SMA, karya tulisku ngulas dampak elektromagnetik ponsel terhadap manusia mbak. Alhamdulillah, gara-gara langganan tabloid pulsa dari jaman SMP akhirnya membuahkan hasil, jadi referensi buat karya tulis. Padahal jaman dulu sma handphone “bagus” jga masih jarang yang punya.🙂

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s