Aku Takut Menjadi Hujan


Dulu,
Kau katakan padaku, bahwa kau sangat menyukai hujan
Bahkan kemarau yang kita lewati,
tak sekalipun kau berkata “tidak” untuk menantikan kedatangannya.
Tapi, mengapa kau selalu berteduh ketika ia menyapamu?
Bukankah ia yang selalu kau rindukan?
Maka jika kau tanyakan,
Itulah alasanku,
Mengapa aku tak terlalu suka mendengar kau berucap
“Aku mencintaimu”, karena aku takut,
Aku hanya menjadi hujan di matamu.

Bandung, 19 Desember 2012
#hanya sekedar corat coret dikala hujan

98 thoughts on “Aku Takut Menjadi Hujan

  1. Imron Rosyadi says:

    [question]
    Tapi, mengapa kau selalu berteduh ketika ia menyapamu?
    Bukankah ia yang selalu kau rindukan?

    [answer]
    aku tidak mau menginjak-nginjak mu wahai air hujan..
    memandangimu saja sudah menyenangkan hatiku

    [conclusion]
    so i sholud say “i dont affraid to love you”..๐Ÿ™‚

  2. bobchopperz says:

    biarkan dia menjadi hujan di matamu agar kau bisa berteduh di hatiku. Karena sehabis hujan itu ada pelangi di matamu
    hahahaha๐Ÿ˜€

  3. rayaadawiah says:

    weiiiiiiiiiiittttttttttsssssssssssss….
    beraaaaaaaaaaaaaaaat๐Ÿ˜€

    =Mengapa aku tak terlalu suka mendengar kau berucap
    โ€œAku mencintaimuโ€, karena aku takut,
    Aku hanya menjadi hujan di matamu.=

    tapi kamu selalu menjadi pelangi dimataku,ga #eaaaaaaaaaaa

    *melipir*
    *kabuuuur*
    ๐Ÿ˜†

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s