Kursi Mahal Rumahku


#Ini pesan Ibuku kepadaku, tentang kursi mahal yang ada dirumahku

Kau tahu bagaimana menikmati hari dengan nyaman? Tak usahlah kau pergi menghabiskan waktumu untuk bermain di wahana permainan yang serba mahal, pergi ke mall, jalan-jalan ke factory outlet, tak perlu! Cukuplah kau bermain dengan kursi “mahal”-mu dirumah. Percaya atau tidak, kursi mahalmu itu sudah menginspirasi banyak orang tentang bagaimana mereka tidur dengan prestise, ya, tidur bak permaisuri di kerajaan modern abad milenium. Teman-temanmu selalu senang ketika kau ajak pergi kerumahmu kan? Ada yang segera bergegas, atau bahkan ketika kau tak mengundang mereka mainpun ada saja yang selalu mencari alasan untuk sekedar pergi ke rumahmu. Ibu tahu itu. Apalagi jika kau lihat lihat tingkah laku mereka lebih dalam, mereka hanya ingin bercanda dengan kursi mahalmu nak, bahkan ada yang sudah mempersiapkan tubuh mereka untuk semakin tenggelam dalam dekapan kursimu itu. Bagi ibu, Kursimu itu bukan masalah mahal nak, bukan masalah model pula yang mereka lihat, ibu pikir, ini hanya masalah kenyamanan yang selalu dia berikan untuk orang lain. Kau tahu Luna? Teman lesmu itu. Coba lihat, butuh 2 jam untuk sampai ke rumah ini, tapi dia bahkan ibu lihat, tak pernah absen dalam satu pekannya buat main ke rumah. Atau, Hudy, Pontoh, Gary teman sekelasmu itu. Mereka sudah langganan masakan ibu setiap harinya kan? Itu karena mereka menemukan kenyamanan di kursi itu nak. Bahkan jauhpun, tak menjadi halangan bagi mereka. Coba bayangkan, jika kenyamanan itu sudah dikerdilkan waktu sedikit demi sedikit, mungkin saja, satu persatu dari mereka sudah tidak menemukan letak prestice-nya meski hanya untuk melihat kursi yang dulu mereka sukai. Semoga kamu mengerti maksud ibu, nak!🙂

Sekedar kontemplasi.
Inspirasi dari menulis lepas tentang kursi, pada pelatihan menulis di perpus kampusku, kemarin.
Bandung, 28 November 2012

74 thoughts on “Kursi Mahal Rumahku

  1. dwityaning says:

    kalo yang saya tangkap, pesan di dalam tulisan ini
    fisik, jabatan ato harta belum tentu menjadi hal yang paling berpengaruh
    bisa jadi kenyamananlah yang mendatangkan sahabat😀

  2. violetcactus says:

    aha, menulis lepas… saya praktekin ntar..

    sepertinya kursi yang di rumahmu itu memang mahal…
    lebih mahal ketimbang kursi panas yang bisa menyulap orang jadi milyader🙂 *who wants to be a millionaire*

    • Triyoga Adi perdana says:

      Sensasinya luar biasa deh. Dikasih satu kata, ntar tinggal dibuat deh tulisannya. Tunggu post berikutnya deh ya, nanti ada hubungannya sama mind mapping kok.🙂

      Waaaaaaaaaaah, kalo itu sih kursi yang bisa buat gak nyaman. Dikejar2 sama aparat kalo misal gak bisa njaga tu kursi.🙂

  3. antondewantoro says:

    Dulu ibu saya pernah ketiban rejeki nomplok, dasar ibu-ibu bawaanya gatel pengen belanja. Saya entah mengapa membujuknya membeli kursi. Berdua kami pergi ke toko meubel, entah kenapa saya membujuk ibu untuk membeli kursi sofa yang paling besar dan mahal di toko itu. Begitu pulang kami langsung panas dingin, lupa kalau rumah kami kecil dan ruang tamu kami amat sangat sempit. Kecemasan kami menjadi kenyataan ketika tukang meubel mengantar kursinya. Ternyata memang ruang tamu kami sempit-pit. Seharian sampai menjelang malam saya dan adik-adik sibuk menata kursi namun tetap saja tidak cukup sampai satu bagian sofa terpaksa kami taruh di rumah nenek.

    Setelah semua anak-anak pergi kerja ke luar Jogja, rumah direnovasi, beberapa kamar disatukan dan ruang tamu kami menjadi lega. Kursi besar jadi pas dan pantas buat ruangan itu. Sayangnya saya kini belum tentu bisa sebulan sekali duduk atau tiduran di kursi itu. Bapak menjuluki kursi-kursi itu sebagai “kursi salah mongso”. Begitulah kisah kursi di keluarga kamii.

    Loh kok saya malah curhat di blog orang (maaf)

  4. nengwie says:

    Perasaan td sudah koment, ko ndak ada ya..??? hhhmmmm
    Tp emang kursi jaman sekarang mah mahal-mahal kalau pengen yg nyaman… Eh ini mah kursi beneraaan hehehe
    *sambil liat harga kursi di IKEA*😀

    Achso ya, rotan mah barang muahaaaal disini.

      • nengwie says:

        oohh iya denger kabar dari temen yang kerja bareng sama yang mau buat IKEA.. kira2 makanan khas Swedianya ada ngga ya? atau udah saya bayangin ada Baso..Gado-gado..Gudeg..Es Teler😀

      • tinsyam says:

        makanan khas swedia apa ya?
        pastilah dimari aja mcd, ada rasa rendang..😀
        beda deh ayam goreng mcd sama ayam goreng di nunberg ato dimana.. pake rasa lokal..

      • tinsyam says:

        di jkt.. dulu kerja di ikea singapur..
        ikea itu produk swedia.. murah meriah untuk ukuran eropa sih.. untuk kita lumayan deh.. dan produknya kerenkeren, simpel tapi gimana gitu..
        cari aja di gugel dengan nama ikea.. yang suka desain produk pasti suka ikea..

      • Triyoga Adi perdana says:

        Oalah gitu to mbak, jadi bukan kayak pengepul barang-barang dari negara lain gitu?
        Waaah, iya mbak, ternyata bener kayak depo bangunan gitu.🙂

        Hehehe, pantesan mbakwie itu nyambung dah. Hobbi juga kesini kayaknya.:mrgreen:

      • tinsyam says:

        ikea kan terkenal di eropa dan asia.. murah meriah..
        bukan kaya depo bangunan.. lebih kaya supermarket isi rumah.. cari seprei keren banyak, cari peralatan dapur yang lucu banyak, cari sofa yang empuk juga banyak pilihan, toiletter yang wangi juga banyak darimana saja.. isinya supermarket tapi tanpa bahan makanan gitu.. lebih ke isi rumah.. peralatan rumah.. perlengkapan rumah..

  5. Sobat Bercahaya says:

    Kenyamanan itu memang sangat peting. begitu juga ketika kita mencari pasangan klo tidak nyaman yaa akan menimbulkan masalah baru bermunculan.🙂

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s