Membangun Kepercayaan


Terkadang orang begitu mudahnya membangun kepercayaan. Bukan masalah baik atau tidak, tapi sebagian menganggap kepercayaan menjadi satu pondasi dalam satu hubungan. Bukan semata-mata hanya kepercayaan mengenai cinta sahaja, tapi ini juga setia, lekat dalam sebuah persahabatan. Lalu kepercayaan seperti apa, yang saya maksudkan? Apakah sama dengan kepercayaan terhadap wakil rakyat, presiden, dan selevelnya? Apakah sama dengan kepercayaan terhadap KPK yang sedang panas? Apakah sama dengan kepercayaan kita terhadap aparatur negara yang terkadang tidak jelas langkah-langkahnya? Apakah sama dengan kepercayaan terhadap rahasia yang kita bagi dengan sahabat-sahabat kita? Apakah sama dengan kepercayaan yang kita bangun dengan orang yang kita cintai? Saya kurang begitu paham. Tapi sisihkanlah hal-hal itu, saya hanya ingin berbicara mengenai kepercayaan. Hanya “kepercayaan”. Mau seperti apa menangkap kepercayaan, saya yakin Anda punya begitu banyak cara untuk memahaminya. Tapi, bagi saya sendiri, terkadang kepercayaan itu terlalu abstrak untuk didefinisikan. Apalagi jika dalam era sekarang, kepercayaan sekarang begitu mahal, karena entah sampai kapan, semakin lama kepercayaan sudah seperti barang dagangan, yang semakin dia laku, semakin dia mulai dikebiri dari peredaran. Sungguh, saya benar-benar tidak tahu seni membangun kepercayaan. Atau mungkin Anda juga termasuk orang yang tidak tahu menahu seni membangun kepercayaan? Yah, mau dikata apa, seni itu terkadang begitu membingungkan, padahal intinya cukup sederhana saja, “membangun kepercayaan”. Atau malah, mungkin bisa saja, semakin kita giat membangun hal itu, semakin mudah kita untuk ditinggalkan.

*sekedar kontemplasi

status facebook saya, Rabu kemarin.
Bandung, 11 Oktober 2012

31 thoughts on “Membangun Kepercayaan

  1. wikfa says:

    Klo lg bahas soal kepercayaan entah kenapa jadi tiba-tiba pikiran jd agak mumet *yoga tanggung jawab….es krim rasa coklat seporsi ya yog hehehe kiddng* Kepercayaan emang agak langka saat ini, sesuatu yg didapatkan ataupun dibangun dengan susah payah namun juga dapat hancur seketika hanya karena alasan yang ngak jelas. Berbicara soal kepercayaan jadi inget film yang lagi gue tonton… revenge drama televisi Amerika๐Ÿ˜€

    • Triyoga Adi perdana says:

      Betul pak, setuju. Fluktuasi keadaan masing-masing oranglah yang membuat kadang buyar buat menjaga semua itu.๐Ÿ™‚

      Alhamdulillah baik pak.
      maaf baru sempet balas komentar yang ini pak. Sudah agak jarang ngeblog sekarang๐Ÿ˜€

  2. vonarief says:

    *ikut nimbrung

    “boleh percaya sama orang lain, tapi jangan sampe 100 %. karena itu hanya tujukan pada sang pencipta kita” menurut filsafat science yg saya pelajari.

  3. Ilham says:

    mudah-susahnya sih tergantung pihak lainnya juga sih. ada yang memang ramah dan selalu berpikir positif sama orang lain, maka mudahlah kita membangun kepercayaan sama orang tersebut. tapi kalo orangnya curigaan dan nggak mau banget rugi, maka makin susahlah kita membangun kepercayaan. saya ngerasain hal ini sama grosir langganan saya. hehe.

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s