Ber-tuhankan Mata


Pembicaraan entah kapan: part 1
Eh, dia cantik ya. Lihat aja kulitnya. Putih, bersih, sawo matang. Keren deh pokoknya.
Eh, dia cantik ya. Tubuhnya langsing, tinggi semampai. Dia ideal banget buat saya.
Eh, dia cantik ya. Senyumnya manis, lesung pipitnya buat dia tambah manis.
Eh, dia cantik ya. Pake mobil pula. 

Pembicaraan entah kapan: part 2
Eh, dia ganteng ya. Liat aja, dia tinggi, perawakannya bagus, kekar tubuhnya.
Eh, dia ganteng ya. Coba deh, kulitnya putih, bersih.
Eh, dia ganteng ya. Rambutnya keren, anak muda jaman sekarang tuh.
Eh, dia ganteng ya. Pakai pakaian mahal, distro gila tuh, bermerk pasti.
Eh, dia ganteng ya. Ditambah, rumahnya mewah, mobilnya banyak.

jaman-jamannya kayak gitu diatas tuh, jamannya manusia, jaman sekarang. Kejadian yang dialami tak jauh-jauh dari “menuhankan” mata. Disitu mata memandang, disitu mata mengiyakan. Disitu mata mengiyakan, disitu semua hal diputuskan. Semua bersajak mata! Lalu, jika memang kurang baik nantinya, ya salahkan MATAMU, jangan salahkan TUHANMU!!

*sekedar kontemplasi

Bandung, 5 Oktober 2012

75 thoughts on “Ber-tuhankan Mata

  1. fasyaulia says:

    Mata kok di salahin.. itu kan hanya persepsi orang saja. Persepsi itu memang berawal dari atensi tapi kan segimana kita mencerna makna nya. Just saying sih hehe, jangan galau ya🙂

    • Triyoga Adi perdana says:

      Nah itu dia ca. Sebenernya saya gak ngomong masalah matanya, tapi bagaimana kita mencernanya. Hehehe

      waaaaaaaaaah, sedang galao tingkat nasional ca. hihihihi😀

  2. JNYnita says:

    Emang udah fitrahnya mata suka yang indah-indah… makanya fisik boleh jadi pertimbangan untuk memilih pasangan asal bukan pertimbangan yang utama… #sokwise

    Btw, galau lagi ya masnya??? Ihik ihik….

    • Triyoga Adi perdana says:

      Subhanallah, bisa jadi dokter gigi yang bijak ini.😀
      etaaaaaaaaaaaaapi, kenapa hubungannya sama pasangan? Lah terus pertimbangan pertamanya apa nita? *harapharapcemasdengerjawabannya.😀

      Gak galow nita, biasa ajaaaah. Cuma ya, jamannya anak muda ya gini ini. Hehehe

      • JNYnita says:

        kan nanyanya yang pertama apa ya cuma satu lah, iman itu, yang kualitasnya no.1🙂

        justru gak mau galau-galau lagi ah… selagi belom ada ya enjoy aja… untungnya sih temen di kampus gak pada galau2 (yang galau udah pd nikah, hahaha!!!)

      • Triyoga Adi perdana says:

        Hehehehehe. . Dikira ada yang lebih jitu dibandingkan yang pertama.😀

        Waaaaaaaaaaaaaaaaah, temen satu angkatan belum ada yang meriiiiiiiit. Heu heu heu heu. *pasangemotsedih

  3. SanG BaYAnG says:

    Njur pie, kalau misale di jawab. Mata kan dari Tuhan juga..???

    Hehehe.., pada dasarnya Tuhan memberikan anugerah-NYA, agar kita memanfaatkanya sebaik mungkin. Dan ada satu hal yang harus kita ingat. bhawa : Banyak diantara nikmat yang diberikan pada kita, tidak bisa berdiri sendiri. Misalnya MATA, coba kalau kelopaknya tidak ada. kira-kira apa yang terjadi hayo..??? Dan masih banyak hal lain yang mendukung mata untuk melakukan sesuatu. #halah.., isuk-isuk kq ndleming..:mrgreen:

    • Triyoga Adi perdana says:

      Njur pie, kalau misale di jawab. Mata kan dari Tuhan juga..???

      Hehehe.., pada dasarnya Tuhan memberikan anugerah-NYA, agar kita memanfaatkanya sebaik mungkin. Dan ada satu hal yang harus kita ingat. bhawa : Banyak diantara nikmat yang diberikan pada kita, tidak bisa berdiri sendiri. Misalnya MATA, coba kalau kelopaknya tidak ada. kira-kira apa yang terjadi hayo..??? Dan masih banyak hal lain yang mendukung mata untuk melakukan sesuatu. #halah.., isuk-isuk kq ndleming..

      pada dasarnya Tuhan memberikan anugerah-NYA, agar kita memanfaatkanya sebaik mungkin << mungkin ini intinya kali ya mas. Gimana kita harus punya jobdesk yang spesifik buat memaksimalkan anugerah yang diberinya. Memaksimalkan itu bukan semata-mata menggunakan secara maksimal, tapi bagaimana menggunakan dengan baik dan bijak.

      Termasuk kalimat masih banyak hal lain yang mendukung mata untuk melakukan sesuatu. Ini bisa jadi penambah khusus buat si mata untuk jadi baik dan bijak juga mungkin.😀

      Satu hal lagi. What is the meaning of ndleming mas? Haha.
      *kuwi bahasa khas ambarawa po mas?😀

    • Triyoga Adi perdana says:

      Gak papa mbak. Cuma sekedar menemui fenomena aja diakhir2 ini. Jadi gak ada salahnya saya share. Barangkali ada pendapat yang menguatkan, atau malah melemahkan. Maaf kalo kata-katanya agak gak enak, itu cuma sebatas menegaskan mbak.😀

  4. Blogger Indonesia says:

    kita juga bisa berimajinasi bagaimana jika cahaya itu tak ada bagaimana mata bisa melihat, imajinasikan juga bagaimana jika syaraf mata tidak tersambung ke otak, bagaimana dia bisa mengindera, dan seterusnya,,,dan seterusnya..🙂

    • Triyoga Adi perdana says:

      wik! blng matamu rek!

      Hanya sekedar kontemplasi mbak. Yang penting maksudnya, gak aneh2.😀

      Cengkeram kerah baju. Pake nada jagoan. “nantangin?”
      Ahahaha. Maap. Salah pokus. Semoga kita ga termasuk ya.

      Hehehehe. . Amin, insya Allah mas. Semoga tetap dijaga sama yang diatas.😀

  5. Urupa Chan says:

    Sayaaa sepakaat sekali dengan ini. Kalau kau sudah membaca buku tere yang bidadari-bidadari surga, beeeh itu sangat mengena sekali.
    “Seperti rubah yang tertarik dengan pasangannya karena baunya
    seperti lebah yang tertarik dengan indahnya kelopak bunga,
    Maka hewanlah perangai mereka”
    Mereka tidak benar-benar menyukainya, karena hanya berbalut fisikly.. hmmmmm

    • Triyoga Adi perdana says:

      Sayaaa sepakaat sekali dengan ini. Kalau kau sudah membaca buku tere yang bidadari-bidadari surga, beeeh itu sangat mengena sekali.
      “Seperti rubah yang tertarik dengan pasangannya karena baunya
      seperti lebah yang tertarik dengan indahnya kelopak bunga,
      Maka hewanlah perangai mereka”
      Mereka tidak benar-benar menyukainya, karena hanya berbalut fisikly.. hmmmmm

      Betuuuuul. Gak nyangka, ternyata umur gak mempengaruhi buat membaca ya? hehehe
      Okeeeeeeeee, Saya mau buat aja novel PANGERAN-PANGERAN SURGA. Gak mau kalah sama si doski. Pye?😀

      semampai itu singkatan dari semeter tak sampai..heheee
      yang Pembicaraan entah kapan: part 1 baris 1 dan 2 itu aku merasa tersindir. hihihiiiiiiiii:mrgreen:

      Wahahahahaha, yo wes, gak usah diperjelas lagi. Mengko njug rating terjun bebas drastis bu.😀

    • Triyoga Adi perdana says:

      mmmm jadi penasaran ama penyebab timbulnya postingan ini *mau tau aja*

      Hehehehe. . Cuma terpintas di jalan mbak. Yah, mungkin ada beberapa orang [gak semua loh ya], yang seperti itu. Apa-apa dilihat cuma dari mata memandang saja. Kayaknya gak fair aja, kalo hanya sebatas itu semua di iyakan, termasuk mengambil sebuah keputusan yang sakral.😀
      Gak ada kejadian yang mengharu biru dari artikel ini. Ada sih, tapi dikit.😀

      yaa.. yaaa… sama, yoga jawab yg jujur yah.. ;d

      Waduh waduh, kok sampe nunggu2 ngene mbak. Hehehe

      ray ngekor,mbak tin..
      mau tau juga
      *siapinmic*
      *mau wawancara artis*

      Walah walah, kok sampe ngekor. Mungkin nantinya pas nulis, ada bab 1 > Pendahuluan kali yak? Hahaha

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s