Ketidaktahuan


Kita itu gak akan pernah tahu siapa yang kan jadi suami/istri kita nantinya. Betul gak? Gak tahu mau dari itu kenalan di facebook, di twitter, di jalan, di kedai makan, di kedai kopi atau bahkan ketemu dengan gaya tabrakan yang entah di sengaja atau gak, sampai buku jatuh dan mata saling berpandangan pun kita tidak akan pernah tahu. Apalagi kalau sampe ngajuin proposal buat nikah, entah itu siapa yang membalaspun kita gak akan pernah tahu. Makannya, dari ketidaktahuan inilah, seharusnya kita bisa lebih peka dan selalu bersikap yang terbaik kepada siapapun. Menolong, ya totalitas, tersenyum, ya totalitas apapun enaknya dilakukan totalitas tanpa ada background alasan yang macem-macem. Bukan maksud cari tampang, cari harga diri atau apapun, tapi toh kebaikan yang kita lakukan, bisa jadi tabungan kebaikan kita kelak. Toh, gak ada salahnya menebar kebaikan, sekalipun terkadang kebaikan itu tidak mbalik dalam bentuk serupa kepada kita. Tapi bisa saja, mbalik-nya itu dalam bentuk yang beraneka macam warna. Lebih tinggi? Bisa saja, itu hanya masalah waktu. Lah terus intinya, ini mbahas ketidaktahuan, jodoh, atau kebaikan? Saya juga bingung sendiri. Tapi semoga, bisa diambil maknanya.

*sekian๐Ÿ˜€

Bandung, 2 Oktober 2012

104 thoughts on “Ketidaktahuan

  1. Ratieh Ria says:

    Setuju lah saya sama isi postingannya. hanya waktu yang bisa menjawabnyaaa๐Ÿ™‚
    jadi klo masalah jodoh, kita musti nunggu aja kan ya yg terbaik dari Allah,,
    klo soal kebaikan itu juga, klo kita baik sama orang, ntar pasti ada saaatnya orang jauh lebih baik sama kita, yang perlu kita lakukan hanya, Percayalah๐Ÿ™‚

    • Triyoga Adi perdana says:

      Aih, kayaknya kalo ngomong jodoh, jadi serius banget tih?๐Ÿ˜€
      Jangan cuma ditunggu, action dong. hehe

      klo soal kebaikan itu juga, klo kita baik sama orang, ntar pasti ada saaatnya orang jauh lebih baik sama kita, yang perlu kita lakukan hanya, Percayalah

      Ini saya percaya kok.๐Ÿ˜€

  2. Fanny Novia says:

    Ahiiiiyyyy…dia ngomongin masalah suami atau istri…hihihiiii…

    You bet Yoga. Kita ga bakalan tau siapa yang bakalan jadi jodoh kita dan menurut aku juga ga usah dipaksain buat cari-cari tahu. Betuul banget, terus memperbaiki diri adalah hal yg tepat. Semoga Allah ridho ngejodohin kita sama orang yang baik juga…hohohooo…amiiiinn….:-D

    • Triyoga Adi perdana says:

      Sebenernya tuh, ini cuma bicara masalah kebaikan fan. Cuma biar agak menarik aja, preambulenya ditambah yang lagi hangat dibicarakan di seantero blog. hehehe. .

      Tapi kalau dilihat2 kok ternyata nyambung juga ya? hihihihi๐Ÿ˜€
      -alhamdulillah, semoga gak mengurangi maknanya.:mrgreen:

  3. pena usang says:

    Buku jatuh lalu mata saling berpandangan, waduh ala sinetron dekade 90’an banget mas hahaha tapi ya memang bisa aja sih

  4. kuntari says:

    weehh postingane jiahaha,,gak sngaja mampir…memberi hrapan dan diberi hrapan sama2 sulit, lbh bijak jika tdk ada yg mrasa lbh tinggi:D,,*terkadang dlm kasus, bisa jd brangkat dr ktidaktahuan tp keduanya sling mengharapkan,, berasa dunia koyo kolang-kaling

  5. rayaadawiah says:

    Setuju anak muda, yg namanya jodoh unpredictable๐Ÿ˜€
    banyak FTV di tipi2 nasional kita yg menayangkan, how can we meet our soulmate๐Ÿ˜›

    etaaaaapi kok Yoga makin kesini makin wise yaaaa??
    uhuuuuy dampak cinTA niiiih๐Ÿ˜€ #Kepo

  6. fiafaza says:

    betul banget t ga…kadang kita dekat dengan seseorang dan merasa yakin bahwa dia adalah jodoh kita tapi kalau bukan jodohny…tetep aja gak bakal nyatu…
    Ada yang muncul tiba2 dan ternyata jodoh bisa aja langsung nikah…betul gak?hehe…

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s