Kesulitan Timbul Menyembul Batas


Kesulitan timbul menyembul batas, rintik hujan luruh sejuk menyejukkan. Gerakan kaki di ruangan sebelah itu, berisik, mengusik ketenangan berbalut hujan mengambang. Lalu, tiba-tiba seorang wanita datang kepadaku, akupun bertanya, “Kau Permaisuriku? Bukan?”, tunggulah di sana sebentar, tak perlu lama aku pasti datang.

Bandung, 25 September 2012 *sepanjangusiaperjalanan🙂

119 thoughts on “Kesulitan Timbul Menyembul Batas

  1. Citra W. Hapsari says:

    tertunduk ku penuhi pintamu, ku akan kembali ke tempatku dan menunggumu…
    meski hati dan jiwaku teramat ingin dekat denganmu,namun aku akan menunggu…
    hingga tiba waktu itu

    aku akan disini,..bermain dan menikmati hujanku, hingga kuyub ragaku..:mrgreen:

  2. Urupa Chan says:

    ahahaaaay,
    “Kau Permaisuriku? Bukan?”
    itu maksudnya “kau permaisuriku bukan?” atau kalimat penegasan “kau bukan permaisuriku?”

    “Aaah, lamaa sekali permaisuri ini harus menunggu, dalam hati ia berkata “kalau sudah sampai disini pangeranku, akan kugigit dia >.< "
    hihihiiiiiiiiii

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s