Jamu [yang] Pahit


Keberkahan itu datang dari jalan yang berkah
Ujung, dan akhir yang berkah
Masa depan yang cerah, keturunan yang baik, juga di dapat dari jalan yang berkah
Lalu, mengapa kita selalu menguraikan keberkahan itu dari jalan yang pintas? Paling-paling karena kita tidak sabar menunggu keberkahan itu kan?
Atau mungkin, kita terlalu sulit menghindari manisnya jalan yang lain?
Ah, masa bodo. Yang terang ya terang meski itu pahit.
Pahitnya jalan itu bak jamu kali ya? Saat meminum, mungkin pahit.
Tapi pahitnya jamu yang kita minum sekarang,
jadi oleh-oleh manis bagaimana membentuk keberkahan kita
dimasa yang akan datang.

Bandung, *sekedar muhasabah malam, 8 September 2012

84 thoughts on “Jamu [yang] Pahit

    • Triyoga Adi Perdana says:

      Hehehe. . Wah, jamuers nih.๐Ÿ˜€

      Ya gitu mba. Terkadang kita terlalu instan buat mendapatkan yang manis. Akibatnya ya langsung tabrak aturan yang ada. Gimana mau berkah kalo gitu? *semoga kita bukan termasuk yang seperti ini mba.๐Ÿ˜€

  1. Danni Moring says:

    tapi hati-hati dengan keracunan jamu๐Ÿ˜€, sekilas sama pahitnya, sekilas bernama kan jamu๐Ÿ˜€, sekilas bau nya sama hehehe

  2. SITI FATIMAH AHMAD says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb….

    Semua itu berakibat dari rasa kurang sabar dalam menempuh kesulitan hidup sehingga mencari jalan singkat yang dianggap mudah untuk mencapai kejayaan atau kebahagiaan.
    Hidup ini tidak ada yang mudah dan indah.

    Semuanya harus diteroka dan dijalani sendiri untuk mencapai apa yang dikehendaki dengan berbekalkan ilmu, iman dan amal serta akal yang mengimbangi segala emosi yang dangkal.

    Kata-kata anda sungguh menginspirasikan untuk bersemangat menghadapi kesulitan hidup.

    Salam kenal dari Sarikei, Sarawak.

  3. Urupa Chan says:

    akhir-akhir ini saya tertarik tentang kata ‘berkah’. Bukan akhir-akhir ini sih, tapi sudah lama dan sampai sekarang masih tertarik dengan kata ini. Berkah, barakah, barokah.. indah yaaa kata itu..
    “Rezeki itu”, kata salim A Fillah “Sudah ditentukan oleh Alloh, mau diambil lewat jalan halal atau haram dapatnya segitu juga”
    “Begitupun dengan jodoh, sudah ditentukan secara pasti dengan si dia, mau diambil lewat jalan halal atau haram dapatnya ya itu juga.”
    “Yang membedakan adalah rasanya, rasa barokah itu”
    Hemmmm, dari dulu sampai detik ini masih tertarik dengan kata itu..

    (TumbenGakKonsletYa??)๐Ÿ˜€

  4. odex1987 says:

    mmmm…. manusia itu-kan unik,mas..
    berbeda karakter dan cara pandang hidup..
    ada yg pengen instan… sekali tenggak (jamu) langsung sehat misalnya..
    atau mungkin butuh waktu yg lama untuk menunggu khasiat jamu..

    semua tergantung waktu dan usaha *makin kesini makin ga nyambung*,hehehe *piiisss*

  5. Ilham says:

    saya sendiri gak keberatan sih minum jamu. tapi secara filosofis, ceile, saya setuju pahit itu adalah obat yang memberikan jalan kepada kebaikan nantinya.

  6. zasseka says:

    lah aku ga suka jamu mas… piye?๐Ÿ˜ฆ
    aku sukanya kopi. mungkin ada benere sampeyan… aku bebeh repot nang urip kie.. mulane uripku tersendat-sendat๐Ÿ˜€

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s