Romantisme Tauhid


Sekarang yang jadi topik paling hangat, gak jauh-jauh dari kata “romantisme”. Tulisan sebelumnya [romantisme memasak] juga dihimpun dalam aura romantisme, tapi gambaran cerita hanya sebatas cerita memasak, yang saya kira menjadi satu romantisme inspirasi kelak untuk investasi masa depan. *pendapat pribadi. Smile

Ketika kita berbicara mengenai Romantisme Tauhid, mungkin satu hal yang ada di benak kita adalah kata Tuhan dan ke-esaannya (Tauhid). Tapi disini saya tidak akan berbicara banyak mengenai arti kata tauhid itu sendiri. Kemunculan artikel ini terinspirasi oleh Yusuf Mansur yang menyebutkan kata “Romantisme Tauhid” kala tausiyah pagi di ANTV yang kemudian saya kembangkan kata itu dengan coretan saya sendiri.

Ya, Jika memunculkan romantisme tersendiri dalam lingkup tauhid, maka hal ini bisa diibaratkan layaknya kita berbicara dengan kekasih yang senantiasa dirindukan kehadirannya setiap waktu, sentuhannya melembutkan hati kita, semangatnya tak patah arang meski jalan terjal menghadang di sepanjang padang perjuangan. Menguatkan kita disaat kita lemah, kehadirannya, membangun kembali pembatas yang telah rapuh di terjang badai kefuturan. Seperti ilmu padi mungkin, tak pernah mati berhimpun kebaikan, sekali padi dituai, maka yang ada padi baru tumbuh untuk membangun kebaikan berikutnya. Tapi dengan catatan, kebaikan itu harus bertambah level dari kebaikan yang lalu. Begitu juga dengan membangun kembali pembatas itu.

Ketika dibandingkan dengan romantisme tiap-tiap orang, ya mungkin letaknya saja yang berbeda. Dua penjual tempe jika dibandingkan pasti tak kan pernah sama rasa tempenya. Keseimbangan racikan “khas” merekapun bukan dinilai dari “enak”nya semua pembeli, tapi dari beberapa pembeli, mungkin itu sudah cukup, karena tiap orang punya “gue banget” yang tak bisa tawar oleh siapapun, bahkan dibeli dengan segepok uang bernilai selangit.

Romantisme yang satu ini wajib dibangun dan dicari, karena romantisme yang satu ini merupakan hubungan khusus antara Tuhan dengan hambanya. Semakin banyak kompos yang dihidangkan, semakin mantap tanaman membumbung tinggi tak terhalang. Satu persatu, kemudian meruntuhkan keangkuhan yang katanya membanggakan. Merendahkan hati, untuk bisa mendengar nyanyian hati tanaman kerdil saban hari.

Temukan arti romantismemu sendiri kawan!!

Pemalang, 16 Agustus 2012 – pada malam yang teramat dingin.

31 thoughts on “Romantisme Tauhid

  1. Musim Semi says:

    Romantisme tauhid…mmmm..setiap org tentu harus punya cara tersendiri untuk membangunnya…😀
    minal aidin wal faidzin ga..makasih tlah sering brkunjung ke gubuk saya..saya mulai jrng blgwlking ni..

  2. Danni Moring says:

    mmhh romantisme? saya ga tahu apakah saya romantis apa engga😀, tapi saya lebih suka melakukan atau diperlakukan yang baik berdasarkan hati bukan sekedar untuk menyenangkan😀 atau mengatas nama kan lainnya.. hehehe

  3. fannynovia says:

    romantisme tauhid..indah, menelusup dalam, (lagi-lagi) cinta, butuh, rindu sesak ingin berjumpa dan manisnya tidak terkira..tak perlu cemburu dengan sesama yang dicintaiNya, malahan saling menjaga dengan sesama yang dicintaiNya..that’s what I feel..:-)

      • sianakdesa says:

        Hahaha ada ada saja pake bawa golok segala😛
        iya nih karena koneksi internet lagi down dirumah, jadi kalau pake usb modem agak lelet bkin malas blogwalking.

      • Triyoga Adi Perdana says:

        Ini saya juga alhamdulillah mas, pas pulang kampung cuma dapet sinyal CDMA 1xnya punya flexi, gak nyampe ke EVDO. Gak ada yang nangkep cdma disini kalo yang lain. Lumayan buat ngeblog meski cuma update dari windows live writer buat bikin artikel. Blogwalking juga susah. Lemot.😀

        Lumayan mas, ibadah bertambah nih. Peningkatan kualitas sabar. hehehe

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s