Sahabat Maya


Ini menarik, apalagi ketika kita bicara masalah dunia blogging. Saya mungkin yang lumayan terlambat. Buat blog tahun 2010, tapi baru aktif pada bulan Oktober 2011. Setahun blog masih tidak berjalan, dan hanya sebatas praktek “buka > liat > tutup”, tak pernah sampai nulis apalagi sampai copas-copas artikel di blog. Maklum, dulu prinsipnya gak ada jamannya mainan di blog. Eye rolling smile

Memasuki angkatan akhir (baca: dewasa *pake nyengir), kewajiban pembuatan proposal seminar TA menjadi semakin menjadi-jadi. Atur kata sana-sini, buat latar belakang, batasan masalah sampai daftar pustaka satu menjadi kebiasaan rutin yang mengerikan (*agak lebai dikit. hehe). Sempet susah

juga, apalagi jika termasuk golongan orang yang gak rajin nulis. Kalo orang jawa biasa bilang “bakalan muampet pikirane” (bakal mampet pikirannya). Ke-stress-an (*ini juga masih agak lebay) itu membawa diri untuk tulas menulis sana sini, dan blog menjadi satu tempat yang lumayan enak untuk dilihat, apalagi di Lab (Laboratorium Jaringan Akses *sekalian promosi juga. hehe) ada teman yang udah lumayan aktif di dunia gaib alias maya, dan hal itulah yang membuat satu passion tersendiri untuk “eksis” di bidang gaib. Ya meskipun kala itu cuma sebatas tumblr, fb ama twitter. hehe. . (*saya juga baru aktif twitter akhir-akhir ini kok, –cupu mungkin ya. Smile with tongue out)

friendshipDulu sempat sering buat notes di fb dan hal ini menjadi satu pandangan tersendiri bahwa blog itu ribet, atur sana, atur sini dan butuh bandwith gede untuk sekali ngebuka, beda dengan facebook (*pengalaman pake modem paket limited/quota, pasti bakalan cepet habis walaupun hanya sekedar buka blog, edit konten preview dll). Makannya setelah masuk jadi asisten akhirnya punya tempat semedi khusus buat ngeblog (*sebuah persinggahan di kampus yang cepet internetnya, dan akhirnya saya mulai addict tulis menulis di blog) >> ini berasa kayak cerita kalut pecandu narkoba ya. Hehe Ninja

Setelah terjun dalam dunia gaibpun terasa masih angin-anginan, akhirnya berbekal terjun nekat pada mata kuliah Desain Basis Data, dan Content Management System (CMS) pake Joomla dan WordPress (versi offline/.org) rasa interest menggunakan wordpress.com pun jadi satu keinginan yang lumayan tinggi kala itu. Ya, itung-itung jadi satu implementasi nulis blog dari yang offline. Rolling on the floor laughing Dan rasa itu berlanjut hingga sampai sekarang (*efek asep keluar, busssss busssss).

Mungkin saya tergolong masih sangat muda dalam membuat blog, nulis juga masih angin-anginan, masih sangat kurang bahan, blog juga masih acak adut, yang gak konsen di satu pembicaraan, tapi tak apalah, bagi saya untuk saat ini, yang penting blog jadi satu ladang untuk menemukan karakter tulisan masing-masing. Saya yakin dan percaya, seperti buku yang Dee terbitkan “Filosofi Kopi”, tulisanpun juga punya filosofi dan karakternya masing-masing, tergantung dari bagaimana kita memaknainya. Saya dengan jurusan Teknik, ada yang dari jurusan Ekonomi, Psikologi, Akuntansi dan masih banyak lagi pasti punya satu sudut pandang tersendiri dalam melihat dan menanggapi satu tulisan. Sudut pandang menjadi satu poin menarik jika melihat dunia blogging, dan itu saya alami sekarang. Ada yang bersajak ria, ada yang aktif dengan sharing pengalaman, sharing tentang dunia teknologi menjadikan blog sebagai tatanan artikel satu majalah dinding menarik semua bidang, sangat lucu dan unik. Black Sheep

Saya masih banyak belajar bagaimana mengemas blog menjadi satu keindahan. Yang dapat saya ucapkan hingga saat ini hanyalah terima kasih untuk teman-teman blogger yang hingga saat ini terus aktif menulis dan saling berbagi pengalaman. Termasuk like dan commentnya. [Hehe Smile with tongue out] Saya anggap like dan comment menjadi satu jalan silaturahmi yang unik. Meskipun kita tidak pernah bertatap muka, tapi apa yang kita perbincangkan, apa yang kita tuliskan semoga dapat menjadi satu kebergunaan bagi kita dan untuk orang lain terlepas apakah itu berguna atau tidak menurut kita, tapi saya yakin mungkin ada orang lain disana yang bisa terinspirasi dari apa yang kita tulis, hanya tinggal masalah waktu yang menunjukkannya. Melihat tempat lain dengan pengalaman yang berbeda, dengan cerita berbeda, dengan makna yang berbeda menjadi perumpamaan cerita masa kecil sama seperti kita bermain dengan hijau, kuning, merah, hitam, jingga. Yaaaa, warna-warna yang bisa kita catat sebagai sebuah kamuflase paket kehidupan, tak pernah ada yang sama.

Salam hangat dariku kawan, biarkan angin yang mengantarkannya ke seluruh pelosok negeri dimana kalian berada. Semoga suatu saat, kita bisa bertemu.

Bandung, 26 Juli 2012 | Triyoga Adi Perdana

51 thoughts on “Sahabat Maya

  1. vonarief says:

    betul banget tuh gannn,,, lewat tulisan kita berbagi cerita, walaupun tak pernah bertatap muka Smile with tongue out

    yang angin-anginan kayak gini aja puanjang + bagus buanget,
    pokoknya muantab Rolling on the floor laughing

  2. sangterasing says:

    Salam kenal mas, silaturahim jaman sekarang kan gak selalu harus tatap muka kan ya..
    lewat blog juga namanya silaturahim, mudah-mudahan banyak rezeki juga..😛

    salam hangat,
    sangterasing

  3. SanG BaYAnG says:

    Salam Blogger..!!!

    Syukurlahlah ada masukan dari mase yang ini, kebetulan saat ini saya sedang membuat kajian tetang blog dan sebuah penulisan.. #wa.., ane nggaya sedikit ga pa-pa kan..???:mrgreen:
    Bicara soal jurusan teknik dan macam-macamnya meranalah aku yang cuma punya jurusan Ngawi-Ambarawa ene mase😆
    Ah.., gak usah digagas, yang penting marilah kita meriahkan dunia blogsphare tanah air ini, dengan berbagai karakternya masing-masing. Percayalah bahwa perbedaan itu indah.😉

    Diluar sebagai Sang Bayang dari kebiasaan ngeblog-mengeblog ene adalah sambil menyelam bisa jua minum air mase, dapat menyalurkan minat menulis juga dapet duit, itu cuma sapa tau aja loh..😆 #becanda mase:mrgreen:

    • Triyoga Adi Perdana says:

      Wesssss, mantap. Kajian atau topik TA mas? hehe

      Subhanallah, jalur e mantep mas. Aku yo belum pernah sampe kesana.😀

      Itu dia, wah romantis tenan ki, “Perbedaan itu indah”. Tapi bukannya indah itu lagi pergi? *sudah lupakan juga

      Banyak lomba nih buat para penulis-penulis ghaib mas. Mantap juga tuh, belum ada kan orang kaya di Indonesia gara-gara ikutan lomba nulis di Blog. hehehe😀

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s