Mencapai Makmur ala [SS]


Intro

Sebelum melangkah untuk membaca artikel ini, mari lihat dulu artikel saya yang berjudul Mengambil Setitik Ilmu dari Wirausahawan Muda

Jumat dini hari [11/5], saya melihat satu tayangan di Metro TV yang bernama Neo Demo Crazy, salah satu pembicaranya adalah Safir Senduk, seorang perencana keuangan yang memang sudah terkenal namanya. Dalam sesinya, beliau memaparkan cara agar mencapai kemakmuran dengan apapun pekerjaan yang kita miliki.

Jika kita membicarakan mengenai pendapatan tak terbatas, maka kita akan membaginya menjadi 3 [1],

  1. Pengusaha

    Adalah tipe orang yang membuka lapangan kerja untuk orang lain. Mereka biasanya punya konsep usaha lalu punya modal dan membuat sistem untuk menjalankan usaha tersebut.

  2. Profesional

    Adalah orang yang menekuni kelas profesional mereka bekerja untuk diri mereka sendiri. Mereka memiliki keterampilan untuk profesi tertentu dan dibayar untuk keterampilannya itu. Ciri utama profesional adalah mereka bekerja untuk diri mereka sendiri

  3. Karyawan

    Adalah orang yang bekerja dengan orang lain. Orang ini biasanya dibayar atas kesediaannya mengorbankan waktu bagi orang lain (atau perusahaan lain). Untuk kelas karyawan, biasanya makin tinggi tanggung jawab dan keterampilan yang dituntut, biasanya makin tinggi bayarannya.

Mungkin kita sama-sama mengetahui bahwa jelas pengusahalah yang memiliki pendapatan yang benar-benar tak terbatas, hal ini dikarenakan apa yang mereka dapatkan diperoleh karena kemampuan mereka memiliki aset. Jika berbicara mengenai aset, saya terbesit dengan 3 cara yang Safir Senduk sampaikan agar kita bisa menjadi orang makmur.

  1. Belajarlah untuk aset

    Janganlah bekerja untuk mencari penghasilan, tapi buatlah aset sebagai sebuah passive income [jad inget masa lalu nih. Dulu sempet bergerak di dunia mlm soalnya. #hehe]. Pembuatan aset inilah yang menjadi satu lahan alternatif tambahan untk menghasilkan uang cadangan ketika kita mendapatkan kenyataan yang tidak sesuai, seperti PHK, dsb. Inget kunci pertama, Build Your Asset! [artinya apa? Buka di kamus ya. #hehe]

  2. Atur pengeluaran Anda

    Ingatlah antara keinginan dengan kebutuhan. Jika kita bermain dengan dua hal tersebut, maka mungkin kita akan menyadari antara keinginan dengan kebutuhan merupakan dua hal yang tak jauh jauh amat bedanya. Kalo orang minang mengatakan: “nan babeda sarik tabedaan“. [#lagi gandrung belajar bahasa minang nih. Ya, ituang-ituang, Mano tau bisuak pulang ka urang minang. Hehehe. . ]

  3. Siapkan dana untuk masa depan

    Saya yakin bahwa hingga saat ini, tidak ada satupun yang tahu tentang masa depan, apalagi dengan kebutuhan. Oleh karena itu, perlu adanya satu planning/perencanaan jangka panjang agar kita terhindar dari yang namanya kehabisan uang. Bagaimana anak kita bersekolah, bagaimana uang yang kita punyai bisa mencukupi kebutuhan kita, dll. Minimal dengan adanya perencanaan jangka panjang, kita bisa memegang 50% masa depan kita.🙂

Ini yang penting!!

Jika kita ditanya tentang pilih mana antara ketiga golongan diatas (pengusaha, karyawan, dan profesional) yang lebih cepat makmur dibandingkan dengan yang lainnya? Pasti saya yakin semua mengatakan jadi seorang pengusaha. Benarkah seperti itu? Salah. Faktanya, tidak harus menjadi seorang pengusaha agar kita bisa makmur (bagi diri kita sendiri). Yang membedakan antara ketiganya adalah tentang perencanaan keuangan. Seorang karyawan bisa saja mencapai kemakmuran ketika dia mampu merencanakan keuangannya, menabung sedikit demi sedikit untuk membangun 3 cara to be makmur-man diatas. Sehingga jelas, jika dalam hal ini dan sedikit pemaparan diatas, menghasilkan kesimpulan bahwa perencanaan keuangan merupakan satu hal yang utama yang bisa membedakan jalan untuk mencapai kemakmuran dari ketiga jenis manusia diatas.

Ilmu yang didapatkan sekarang, Jangan pernah lupakan perencanaan keuangan!!

Sebagai penutup, saya cantumkan salah satu quotes yang sering dikumandangakan oleh seorang pengusaha,

“Ketika anda melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang kebanyakan, Anda juga akan mendapatkan yang tidak didapatkan oleh orang kebanyakan.” [2]

Semoga bermanfaat. Hehe🙂

Sumber:

[1]. Pengertian ini saya ambil dari notes facebook saudara Latu Tripurantoko
[2]. http://universitasbisnis.com

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s