Adab Menguap/At-Tatsaa-ub


Mungkin banyak diantara kita yang tidak tahu tentang bagaimana islam menjelaskan tentang menguap. Kadang seseorang dengan mudahnya mengeluarkan suara, membuka mulut tanpa ditutup, dsb. Tapi untungnya Islam mengajarkan banyak hal, mulai dari hal kecil (adab-adab) hingga hal besar (diantaranya masalah kenegaraan). Hal ini semakin menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang benar2 menuntun, mengarahkan dan membawa umat manusia menuju kebaikan. Saya disini mengutip artikel ini dari notes facebook temen saya. Semoga “repost” notes ini bermanfaat.

Kuap (menguap) adalah sebuah gerakan refleks menarik dan menghembuskan napas yang sering terjadi saat seseorang merasa letih atau mengantuk. Biasanya hal ini terjadi karena kurangnya suplai oksigen bagi tubuh. Menguap mudah sekali menular – 55% orang-orang yang melihat seseorang menguap akan turut menguap dalam waktu lima menit berikutnya.

Kedudukan menguap telah dijelaskan dalam hadist:
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan menertawakannya.” (HR Bukhari)

Menguap adalah perbuatan yang berasal dari syaitan, sebagaimana sabda Nabi saw
“Bersin itu dari Allah dan menguap itu dari syaitan. Jika salah seorang kalian menguap, maka tutuplah mulutnya dengan tangannya dan jika ia mengatakan `aaah…’, maka syaitan tertawa di dalam perutnya. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap.” (HR. At-Tirmidzi dan ia menshahihkanya, al-Hakim dan ia menshahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah dari Abu Hurairah . Hadits ini terdapat dalam kitab Shahiihul Jaami’)

Adab menguap dalam Islam :
1. Berupaya Semampunya Menahan dan Menolak Menguap.
Jika seseorang ingin menguap, maka hendaklah dia menahannya sebisa mungkin, atau dengan menutup jalan terbukanya mulut dengan menggunakan tangannya. Hal ini sesuai dengan hadits yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwasanya Rasullullah SAW bersabda,
“Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.”(HR Muslim)
Seseorang hamba berusaha menolak, mengalahkan, dan menahan kuapan, khususnya ketika sedang shalat. Rasulullah, bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian menguap dalam shalatnya, hendaklah ia berusaha menahan kuapannya sebisa mungkin karena syaitan bisa masuk.” (HR. Muslim (2995) dari Abu Sa’id ra)

2. Meletakkan Tangan di Mulut
Ketika seseorang ingin menguap hendaknya ia menutup mulutnya dengan tangan kiri, karena menguap adalah salah satu perbuatan yang buruk. Tujuan meletakkan tangan di mulut ketika menguap ialah agar mulut tidak terbuka, yang pada saat itu manusia terlihat buruk dan pada saat itu juga syaitan sedang menertawakannya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang tercantum pada awal. Demikian juga beliau, bersabda:
“Apabila salah seorang kalian menguap, hendaklah ia menahan mulutnya dengan tangannya karena syaitan bisa masuk.” (HR. Muslim)

3. Tidak Mengeluarkan Suara Aaah…
Jangan mengeluarkan suara `Aaah…’ atau suara `waaah…’, sebagaimana yang tercantum pada hadist di awal. Sebab, syaitan sedang menertawakannya jika ia mengeluarkan suara seperti itu.

4. Tidak Mengangkat Suara Ketika Menguap
Mengangkat suara uapan termasuk adab buruk yang dianggap sepele oleh orang-orang, padahal perbuatan ini dapat membuat orang lain menghindar dari pelakunya. Terkadang, sebagian orang jahil mengangkat suaranya ketika menguap dengan maksud ingin membuat orang sekelilingnya tertawa dan tentunya syaitan juga menertawakan perbuatannya, sebagaimana yang tercantum dalam hadits yang telah disebutkan di awal.

Wallahu’alam bisshawab
Sumber :
• Mausuu’atul Aadaab Al Islamiyyah (Ensiklopedia Adab Islam Menurut Al Qur’an dan As Sunnah), Abdul Aziz bin Fathi As Sayid Nada
http://id.wikipedia.org/wiki/Menguap
gambar

NB:
Inspirasi dan bahan dari Kang Hilman Fauzi Tresna

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s