Perubahan 1 derajat akan berpengaruh terhadap 359 derajat berikutnya


Notes ini adalah notes yang dibuat pada waktu PDKT 2009. Sudah pernah di post di notes fb, dan berhubung melepas kerinduan dengan suasana PDKT, tidak ada salahnya saya post lagi di blog saya. Semoga bermanfaat!!๐Ÿ™‚

Kadang kita berpikir cepat, tentang arti sebuah perubahan. Perubahan kadang dilihat dari bagaimana kita berubah secara cepat (spontan), dengan hasil yang maksimal. Itu mungkin pemikiran yang ada dalam benak kita. Pernahkah kita melihat kembali tentang bagaimana cara kita berubah dari saat pertama kali dilahirkan hingga berjalan?

Awalnya kita hanyalah seorang manusia yang tak tahu cara berjalan, kemudian ada seseorang yang mengarahkan kita bagaimana berjalan itu. Awalnya kita memang merasa asing, tapi sedikit demi sedikit apa yang kita lakukan menjadi kebiasaan dan kita akan merasa terbiasa melakukan itu. Ingatlah seseorang yang dengan sabar menuntun kita dalam perjuangan waktu itu (bisa keluarga kita, atau pengasuh kita). Pertama kita berjalan merunduk, setengah berdiri, kemudian berdiri meskipun tak terlalu kuat. Kitapun merasa senang dengan kenyataan tersebut, tapi kita tidak berhenti sampai disitu. Kita terus bergerak untuk menyempurnakan cara kita berjalan karena kita sadar kita mempunyai kemampuan lebih untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, kita terus mencoba cara yang berbeda, gagal, tetapi selalu mencoba lagi meskipun kadang kita terjatuh, terluka, menangis. Terus menerus hingga kita bisa untuk segera tegak berjalan.

Seperti itulah gambaran perjuangan kita untuk dapat berjalan. Secara kebetulan kita memang sudah belajar tentang bagaimana seharusnya kita berpikir mengenai perubahan dalam diri kita sejak kita masih kecil. Berangkat dari ketidaktahuan dan keingintahuan, kita secara tidak sadar banyak belajar mengenai bagaimana sikap kita saat mengalami kegagalan dalam suatu perubahan. Kita menjadi kuat dan selalu cepat dalam menghadapinya, berbeda saat dalam perjuangan kita, kita menemukan suatu masalah baru, pasti kita akan berpikir beribu-ribu kali mengenai solusinya. Betul bukan?

Perubahan memang tidak semudah dan secepat yang kita inginkan. Tapi itulah titik poinnya. Allah menguji kita disitu. Apakah kita memang kuat untuk berubah atau hanya pemikiran semata. Dari perubahan kecil menuju perubahan besar, butuh waktu dan usaha yang besar, tetapi itu bukanlah hal yang sulit dan tidak mungkin untuk kita gapai.

Lalu bagaimana dalam PDKT 2009 yang seringkali diteriakan โ€œSambut Perubahanโ€? Apa ada titik-titik perubahan dalam diri kita?

Teman-teman mungkin tidak sadar, ternyata banyak poin penting, poin-poin yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi diri seberapa besar kualitas kita dalam bergerak menuju perubahan. Ada 2 hal yang tersirat di PDKT 2009 kemarin, sebenarnya kita diberikan pilihan โ€œAnda ingin berubah, atau Anda ingin tetap di tempat serta puas dengan kemampuan yang Anda miliki sekarang tanpa memandang bagaimana orang lain menilai diri Anda?โ€. Apakah Anda berpikir mengenai 2 hal tersebut?

Cobalah kita sejenak berpikir kebelakang! Dalam PDKT kemarin panitia (SC dan DMT), membuat beberapa peraturan bagi OC, SC, serta maba dan miba. Dan sang pembuat peraturanpun sudah berpikir beribu kali mengenai esensinya, โ€œApa perlu dimunculkan di peraturan PDKT?โ€. Ambilllah contoh kode etik, โ€œmakan dengan tangan kanan, tidak boleh sambil berdiri, dsb..โ€. Itu hal yang kecil, tetapi itu sangat sulit dirubah. Pernahkah teman-teman berpikir mengenai esensinya? Atau mungkin teman-teman maba dan miba (jika memang membaca notes ini) hanya takut akan DMT?

Kadang kita tidak berpikir, bahwa kita hidup dalam lingkungan sosial. Banyak aturan-aturan yang kadang tidak disebutkan dalam peraturan (disebut juga norma). Kita kembalikan kepada kode etik tadi. Apakah sopan, makan dengan tangan kiri? Lalu bagaimana dengan makan dan minum sambil berdiri? Pernah dengar bahwa ternyata menurut ahli kesehatan makan atau minum dengan berdiri dapat membahayakan untuk kesehatan. Silakan baca artikelnya disini (klik disini)

Coba kita renungkan, dari sekian banyak peraturan yang diterapkan kemarin, apakah kita semua sudah menaatinya, atau malah kita berkeluh kesah? Silahkan pikirkan dalam diri masing-masing. Bagaimana dengan dunia kerja nantinya, saat kita di sodorkan dengan banyak peraturan. Apakah kita akan melanggar, bagaimana dengan kualitas diri kita? Bagaimana dengan komitmen kita? PDKT itu hanya sebagian kecil gambaran kehidupan kita nantinya. Apakah pemikiran kita masih sama seperti seorang siswa SMA? Berakhirnya PDKT bukanlah akhir dari segalanya, berakhirnya PDKT merupakan awal bagi kita semua, kita berangkat dari hal-hal kecil yang nantinya kita akan menemukan sebuah jati diri kita dalam sebuah kemenangan besar. Kemenangan dari perubahan kecil yang kita lakukan terus menerus, tanpa keluh kesah.

Ingatlah!! bahwa perubahan tidak selalu berawal dari hal-hal yang besar, tapi perubahan berawal dari hal-hal kecil yang nantinya akan berpengaruh terhadap perubahan yang akan kita rasakan. 1 derajat perubahan memang kecil, tapi itu akan berpengaruh terhadap 359 derajat lain nantinya.

Selalu semangat untuk sambut perubahan!!.

โ€œSeperti layang2 yang diterbangkan dengan kepala tegak, bahwa optimisme dimulai dengan membangun sebuah harapan.. โ€ (CEO PDKT 2009 – Wahyu Prihantoro)

“Perjalananmu jauh tetapi itulah yang dituntut olehmu demi mengejar sinar diujung destinasi”

Sumber:
1. Mengapa tidak boleh makan dan minum sambil berdiri
2. Perjalanan jauh
3. Gambar: dari sini

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s