Lilin-lilin Kecil


Saya akan menyampaikan kunci sukses saya kepada anda
bagaimana saya bisa hidup dengan bahagia sampai sekarang
di usia saya yang ke 80.

Kuncinya adalah Saya selalu berusaha melaksanakan Satya dan Darma Pramuka
dalam perilaku saya sehari-hari

Jadi kalau ingin anda hidup sukses seperti saya
Terapkanlah Satya dan Dharma Pramuka dalam kehidupanmu

Kakak-kakakku,
Itulah kalimat yang diucapkan oleh Baden Powell
Amat sederhana tetapi sulit diterapkan

Saat ini semua petinggi negeri kita
membicarakan karakter bangsa
Semua merasa bahwa saat ini bangsa kita
telah kehilangan karakter itu

Korupsi merajalela, kejujuran menjadi langka
Rasa pesaudaraan semakin menghilang
Berganti saling curiga

Seringkali kita melihat tawuran terjadi
hanya karena masalah sepele
Dekadensi moral, penggunaan narkoba semakin marak

Inikah wajah negeri kita?
Kemana negeri yang dulu terkenal dengan keramahannya?
Apakah kita sudah tidak dapat berharap
Negeri ini kembali seperti sedia kala?
Jangan, Jangan pernah berhenti berharap!

Kakak-kakakku,
Ada sebuah kisah
Percakapan empat buah lilin yang terangi sebuah ruangan

Dalam hening
Hening dan sepi
Lamat-lamat terdengarlah percakapan mereka

Lilin pertama berkata
Aku adalah damai
Tapi manusia tak mampu menjagaku
Maka lebih baik aku mematikan diriku
Tak lama kemudian matilah lilin pertama

Lilin ke dua berkata
Aku adalah iman
Tapi aku tak berguna lagi
Manusia tak mau mengenalku
Tak ada gunanya ku tetap menyala
Maka matilah lilin ke dua

Lilin ke tiga berkata
Tak mampu lagi aku untuk menyala
Manusia tak lagi menganggapku berguna
Saling membeci bahkan membenci mereka yang mencintainya
Membenci keluarganya
Maka matilah lilin yang ketiga

Tepat pada saat itu,masuklah seorang anak
Melihat ke tiga lilin telah padam
Apa..  Apa yang terjadi??
Kalian harus tetap menyala!!
Aku takut kegelapan!!
Lalu ia menangis tersedu-sedu

Lilin ke empat terharu mendengar tangisan anak tadi dan berkata
Jangan menangis
Jangan takut
Selama aku masih menyala
Kita dapat menyalakan ke tiga lilin itu
Karena aku adalah harapan

Dengan mata berbinar
Sang anak mengambil lilin harapan
Lalu menyalakan kembali ke tiga lilin tadi
Ruangan itu kembali terang seperti sediakala

Kakak-kakakku,
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah itu?

Dalam situasi bangsa yang sedang carut marut ini
Kita sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka
Harus siap menjaga harapan yang diembankan oleh pemimpin bangsa kita:
Gerakan Pramuka wadah pendidikan karakter bangsa.

Sudah menjadi tugas kita
Untuk menjaga agar lilin harapan tidak padam
Dan menjadi pelopor untuk menyalakan lilin lilin yang lain.

Dengan cara apa kita melakukannya?
Jawabnya hanya satu
Kita harus mampu menjadi teladan bagi generasi muda
Karena penanaman karakter yang terbaik adalah melalui keteladanan
Mampukah kita menjadi teladan?
Kita pasti mampu asal kita mau melaksanakan apa yang diucapkan Baden Powell
Menerapkan Satya dan Dharma Pramuka dalam perilaku kita sehari-hari

Dengan begitu,
Kita akan siap menjadi teladan
Dengan begitu
Kita bisa menjadi lilin harapan
Yang setiap saat dapat menyalakan
Lilin iman, lilin cinta, lilin damai, dan lilin lilin yang lain
Sehingga bangsa ini akan kembali
Menjadi bangsa yang cinta damai,
Sejahtera, adil dan makmur
Serta penuh kasih sayang

 

Jakarta 22 Februari 2012
Dibacakan Oleh Kak Susi Yuliati / Annas Bid. Pendidikan & Penelitian Pada Malam Renungan Hari Badan-Powell di Pusdiklatnas.
Diambil dari fb. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Gambar: http://dalinsyi.files.wordpress.com/2011/11/lilin.jpg

Please, give me advice for my articles!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s