Bandung, 26 Februari 2013
Cinta itu, selalu senja.
Tak pernah ada yang lain.
Waktu itu, selalu penegasan.
Bahkan kuasa kita disana, tak pernah mendamaikan.
Selalu menentang.
Bukan, bukan kita!!
Semua keindahan itu untuk orang lain, bukan kita.
bahkan kita tidak diajarkan menikmati kata itu dari dulu.
Sabar!!
Ah, Bahkan kata itu, kita yang menciptakan.
Heran!! Kesabaran itu, disukai orang, banyak orang.
Tapi tidak bagi kita.
Mereka berbahagia terhadap kesempatan “memilih dan menunggu”
Begitu kata orang.
Nyatanya, kehidupan terjerembab dalam batas diantara keduanya.
Pun juga dengan kita.
Bersatu? Kiamat!!
Kekasihmu, Fajar.
-6.975779
107.630596
Like this:
Like Loading...
sajak kamu selalu sederhana, tapi punya diksi yang menusuk
I’m gonna be your loyal reader!
Hehehe. . Aseeeeek.
Berarti loyal reader yang ke 1juta satu ni.
dapat piring nggak nih?
Telat rin.
Berat buat gue Bang
Berat mulu, kapan gampangnya tis? :p
eits ini bukan lagi pesimis kan hehehehe…siapa tahu begitu fajar bersatu dengan senja, kiamat tertunda xixixixi
Nah lo, mungkinkah seperti itu?
Kereeen ini puisinyaa…ketika Fajar dan Senja bersatu? Kiamat!! waaahh…
Eh, ada fanny.
ciyeee, postingaannyaa nih yee, yg bingung sama kesempatan. haha, selow wee ga ~(^.^) ~(^,^)~ (^,^)~
Selow apanya tih? haha
Ekspektasi tidak terduga mesti.
eeeaaaa ….. cinta itu selalu bikin gimanaaaaa gitu
#sudahsudah
eh ada namakuuuu.. *geer
plis deh jar.. *digetok =))
Hahaha. . Salah posting saya ini.
fajar kangen sama senja..
Bukan, senja yang lagi kangen sama fajar mbak. *eh
iki akhir2 ini lagi seneng bikin postingan begini eeaaa ;d
Ah, perasaanmu aja kayaknya mbak.