Jawaban yang kau tunggu darinya itu bukan dari dia, bukan semata-mata karena ke-kerenanmu, ke-romantisanmu, ke-perfect-anmu, ke-pintaranmu, ke-kayaanmu, ke-shalehanmu, ke-rajinanmu atau apapun. Jawabannya itu Allah yang mengatur, Allah yang menentukan. Jadi, tak perlulah kita menghambakan diri untuk diterima, pake pasang muka tampan di depannya, pake pasang status keren, pake pakaian ber-merk kalo ketemu, ratusan SMS penyemangat tiap hari, rajin mengamati status jejaring sosialnya dari awal dibuat sampe sekarang, tulis namanya disetiap buku-bukumu, mencari-cari apa kesukaannya, kasih cokelat dalam kotak trus dikasih tulisan “i luph u ngeeetzz”, apalagi sampai mencatat tanggal-tanggal penting dari A sampai Z. Tak perlu!! Tak perlu “selebai” itu. Kuncinya simple kok, cukup minta pada Allah tentang hajatmu itu.
#RenunganMalam
Bandung, 22 Februari 2013
tebar pesona
Gitaran sambil siul-siul di angkot.
cie….yog
Piye mbak yu? hehe
Tema postingan yg bertema “love” kayaknya makin banyak nih
Hahaha. . Biasa aja mbak. Gak harus berdasarkan apapun toh. Mungkin lagi hangat-hangatnya yang masuk ke otak.
witiiiw,
*ngrusakpostingan ;d
Woi woi, mbayar woi!
amiiin… kalo dari Allah segalanya pasti baik.. apapun jawabannya
Insya Allah, pasti selalu ada jalan.
aseek.. langsung khitbah nih? sukses…
-cinta pasti bakal indah pada saat yang tepat-
Ini apa lagi, datang-dateng main nembak aja. haha
Setuju bangeeet Gaaaa…banggeeet bangeeet *sepaham mah* eh ya, aku sekarang di Bandung Ga..kapan-kapan kopdar yuk
Waaaaaaaaaah, udah jadi mojang bandung ini.
Sip, insya Allah fan. Moga-moga ntar semua pada bisa, jadi rame.
wani langsung kitbah nih ?
Huwaduh
hilangkan semua keraguan langsung to the point dab, tinimbang energi ro wektumu terbuang sia-sia
haha
Wes wes cak, TA TA rampungke. Kuwi wes tunjlebpoin. hehehe
*satire*
Hajat dunia atau akhirat, minta saja pada Allah. Kalo nggak dapat, bisa aja diganti dengan sesuatu yang lebih baik.
Betul mas. Tapi yang ada memang ya seperti itu, mungkin karena terlalu berharap, semua jadi gamang.
iya, ya… kan yang memiliki hati dan pikiran ‘nya’ Dia Yang Maha ya…
Betuuuuuuuuuuuul. Tugas kita apa?
Cerdas mengelola hati sehingga mengantar ke hal-hal yang produktif.
Betul pak. Dan itu membutuhkan pembiasaan yang luar biasa panjang perjalanannya.
like this (Y)
[Y] << opo iki is?
Aku juga lagi menunggu jawaban ..
Jawaban opo mbak? #penasaran